Jokowi Akan Keliling Daerah dan Temui Kader PSI

Merah Putih Global – Presiden ke-7 RI Joko Widodo atau Jokowi disebut akan berkeliling ke sejumlah daerah untuk memenuhi undangan masyarakat sekaligus menemui kader PSI.

Rencana tersebut disampaikan Ketua DPP PSI Bidang Politik Bestari Barus.

Menurut Bestari, kegiatan blusukan memang sudah menjadi kebiasaan Jokowi sejak lama, termasuk saat masih menjabat sebagai presiden.

Dalam praktiknya, kunjungan tersebut akan dimanfaatkan untuk bertemu masyarakat dan struktur PSI di berbagai wilayah.

Jokowi Dijadwalkan Kunjungi Lampung

Bestari mengatakan Lampung menjadi daerah awal yang direncanakan akan dikunjungi Jokowi.

Namun, hingga kini belum ada kepastian waktu terkait agenda tersebut.

Yang jadi sorotan, kunjungan Jokowi disebut dilakukan untuk memenuhi undangan masyarakat yang ingin kembali bertemu dengannya.

Untuk memenuhi kerinduan para masyarakat yang pernah dulu didatangi,” kata Bestari saat dihubungi, Kamis (28/5).

Ia menjelaskan Jokowi kemungkinan akan bertemu berbagai kalangan di daerah.

Mulai dari tokoh adat, tokoh masyarakat, hingga relawan yang pernah mendukungnya.

Dalam konteks tersebut, agenda blusukan Jokowi disebut tidak jauh berbeda dengan pola kunjungan yang selama ini dikenal publik.

PSI Daerah Akan Jadi Lokasi Pertemuan

Selain menemui masyarakat, Jokowi juga disebut akan mengunjungi kantor atau kepengurusan PSI di daerah.

Bestari menyebut Jokowi kemungkinan mendatangi kabupaten maupun provinsi jika memiliki kesempatan.

Di sana pasti akan bertemu juga dengan struktur temen-temen PSI di daerah,” ujar dia.

Pada saat bersamaan, rencana tersebut memunculkan anggapan bahwa Jokowi mulai aktif membantu PSI menghadapi Pemilu 2029.

Namun pada kenyataannya, PSI tidak mempermasalahkan penilaian tersebut.

Bestari menegaskan dukungan Jokowi kepada PSI memang sudah disampaikan secara terbuka sejak Kongres PSI di Solo.

PSI Yakin Dukungan Jokowi Berdampak Besar

Bestari meyakini dukungan terbuka Jokowi akan memberikan dampak terhadap elektabilitas PSI ke depan.

Menurutnya, situasi saat ini berbeda dibanding ketika Jokowi masih menjabat sebagai presiden.

Yang menarik, Bestari menyebut Jokowi dulu tidak pernah secara terbuka menyatakan dukungan kepada PSI.

Memang pada waktu itu Pak Jokowi kan tidak menolong PSI,” kata Bestari.

Ia menilai sikap tersebut dilakukan Jokowi demi menjaga stabilitas politik nasional.

Akibatnya, efek elektoral Jokowi pada masa itu justru disebut lebih banyak mengalir ke PDIP.

PSI Respons Kritik dari PDIP

Pernyataan Bestari sekaligus merespons komentar Juru Bicara PDIP Guntur Romli.

Sebelumnya, Guntur Romli menilai Jokowi tidak akan memberi pengaruh besar terhadap PSI.

Ia menyebut saat masih menjabat presiden, Jokowi dinilai belum mampu meloloskan PSI ke parlemen.

Waktu Jokowi jadi Presiden tidak mampu meloloskan PSI ke Parlemen,” kata Guntur Romli.

Di sisi lain, Bestari tetap optimistis dukungan Jokowi saat ini akan berdampak pada pergerakan pemilih, termasuk silent voters.

Secara faktual, hubungan Jokowi dan PSI kini kembali menjadi perhatian setelah muncul kabar dirinya disebut berpotensi menjadi Ketua Dewan Pembina PSI.