
Merah Putih Global – Olimpiade Sains Nasional (OSN) 2026 menghadirkan cabang baru berupa eksibisi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Langkah tersebut menjadi respons terhadap pesatnya perkembangan teknologi yang kini memengaruhi berbagai aspek kehidupan.
Cabang eksibisi AI akan dibuka untuk peserta jenjang SMA dan sederajat. Kehadirannya sekaligus menjadi bagian dari upaya pemerintah menyiapkan generasi muda yang memiliki kompetensi di bidang teknologi digital.
Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Suharti, mengatakan penambahan cabang AI dalam OSN sudah menjadi kebutuhan yang tidak bisa ditunda lagi.
“Tahun ini OSN hadir dengan menambah cabang baru yaitu eksibisi kecerdasan artifisial. Rasanya memang sudah tidak bisa ditunda lagi,” kata Suharti dalam keterangannya, dikutip Sabtu (6/6/2026).
Menurutnya, perkembangan AI berlangsung sangat cepat. Bahkan, masyarakat kini kerap kesulitan membedakan karya yang dibuat manusia dengan hasil teknologi kecerdasan buatan.
Eksibisi AI Jadi Respons Perkembangan Teknologi
Kemendikdasmen menilai pemahaman mengenai kecerdasan buatan perlu diperkenalkan sejak dini kepada peserta didik. Dalam konteks tersebut, OSN menjadi salah satu wadah yang dinilai tepat untuk menjaring dan membina talenta digital Indonesia.
Selain itu, teknologi AI kini semakin banyak digunakan di berbagai sektor, mulai dari pendidikan, industri, kesehatan, hingga layanan publik. Karena itu, kemampuan memahami dan memanfaatkan AI menjadi kompetensi yang semakin penting bagi generasi muda.
Suharti menegaskan bahwa dunia pendidikan perlu beradaptasi dengan perubahan teknologi agar mampu menghasilkan sumber daya manusia yang kompetitif.
Yang menarik, penambahan eksibisi AI menjadi salah satu inovasi baru dalam penyelenggaraan OSN 2026.
Status AI Masih Sebagai Cabang Eksibisi
Sementara itu, Kepala Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) Kemendikdasmen, Maria Veronica Irene Herdjiono, menjelaskan bahwa cabang AI pada OSN 2026 masih berstatus eksibisi.
Artinya, pelaksanaannya berbeda dengan sembilan bidang kompetisi utama yang selama ini menjadi bagian dari Olimpiade Sains Nasional.
Menurut Irene, pemerintah masih menyusun materi, mekanisme seleksi, serta panduan pelaksanaan untuk cabang tersebut.
“Jadi eksibisi AI ini kami sedang menyusun panduan dan akan kita sosialisasikan. Harapannya paling lambat pertengahan bulan Juni kita akan sosialisasikan,” kata Irene.
Dengan demikian, peserta dan sekolah masih menunggu petunjuk teknis resmi yang akan diumumkan dalam waktu dekat.
Persiapan Menuju Kompetisi AI Internasional
Lebih jauh, eksibisi AI tidak hanya ditujukan untuk memperkenalkan teknologi kecerdasan buatan kepada siswa. Program tersebut juga menjadi bagian dari strategi pembinaan talenta nasional untuk menghadapi kompetisi internasional.
Kemendikdasmen melihat potensi besar generasi muda Indonesia di bidang AI. Apalagi, Indonesia sebelumnya sudah mencatat prestasi dalam olimpiade AI tingkat dunia.
Saat itu, peserta Indonesia berasal dari bidang Informatika dan Matematika. Pengalaman tersebut menjadi modal penting untuk memperkuat pembinaan talenta AI secara lebih terstruktur.
Dalam praktiknya, kehadiran eksibisi AI di OSN diharapkan mampu memperluas basis peserta yang tertarik mendalami teknologi kecerdasan buatan.
OSN 2026 Dorong Adaptasi Dunia Pendidikan
Penambahan cabang AI menunjukkan upaya dunia pendidikan untuk menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi global. Tak hanya fokus pada sains konvensional, OSN kini mulai membuka ruang bagi kompetensi yang relevan dengan kebutuhan masa depan.
Kemendikdasmen berharap eksibisi AI dapat menjadi langkah awal untuk membangun ekosistem pembinaan talenta digital yang lebih kuat. Dengan begitu, Indonesia memiliki lebih banyak generasi muda yang siap bersaing di era transformasi teknologi.
