Kemendikdasmen TKA 2026 Jadi Dasar Pemetaan Mutu Pendidikan

Merah Putih Global – Kemendikdasmen TKA 2026 disebut menjadi dasar penting dalam pemetaan mutu pendidikan nasional. Pemerintah menilai hasil asesmen tahun ini menghasilkan data pendidikan berskala besar yang dapat digunakan untuk penyusunan kebijakan.

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah resmi mengumumkan hasil TKA jenjang SD/MI dan SMP/MTs sederajat pada Senin, 26 Mei 2026.

Pelaksanaan tahun ini mencatat tingkat partisipasi nasional sebesar 98,12 persen.

Berdasarkan data BKPDM Kemendikdasmen, sebanyak 8.708.891 murid mengikuti TKA pada jadwal utama dari total 8.875.362 peserta terdaftar.

Sementara itu, jadwal susulan diikuti oleh 463.533 murid dari total 490.551 peserta.

Kemendikdasmen TKA 2026 Fokus pada Data Pendidikan

Kepala BKPDM Kemendikdasmen Toni Toharudin menegaskan hasil TKA menghasilkan big data pendidikan yang terpetakan hingga level daerah dan satuan pendidikan.

Menurutnya, data tersebut menjadi dasar penyusunan kebijakan pendidikan yang lebih presisi.

Pemetaan mutu ini menjadi dasar penyusunan kebijakan pendidikan yang lebih presisi dan berbasis data,” ujar Toni.

Dalam konteks tersebut, pemerintah ingin melihat kebutuhan penguatan pendidikan berdasarkan kondisi nyata di lapangan.

Yang kerap luput diperhatikan, hasil TKA juga dapat membantu pemerintah mengidentifikasi wilayah yang membutuhkan perhatian lebih besar.

Di sisi lain, Toni menegaskan TKA bukan alat pemeringkatan daerah maupun sekolah.

Kemendikdasmen Soroti Kemampuan Matematika Murid

Secara faktual, capaian Bahasa Indonesia masih lebih tinggi dibanding Matematika pada dua jenjang pendidikan.

Pada jenjang SD/MI, rerata Bahasa Indonesia mencapai 60,14 sedangkan Matematika 43,41.

Sementara itu, pada jenjang SMP/MTs, rerata Bahasa Indonesia berada di angka 60,83 dan Matematika 40,34.

Yang jadi sorotan, hasil Matematika dianggap memberi sinyal penting terkait kemampuan berpikir logis peserta didik.

Ini menjadi perhatian bersama bahwa kemampuan berpikir logis, penalaran matematika, dan problem solving perlu terus diperkuat dalam proses pembelajaran sehari-hari,” tutur Toni.

Pada praktiknya, Kemendikdasmen menilai penguatan kemampuan bernalar menjadi bagian penting dalam peningkatan mutu pendidikan nasional.

Hasil TKA 2026 Dilengkapi Deskripsi Kemampuan

Tak hanya memuat angka nilai, hasil TKA 2026 juga dilengkapi kategori capaian dan deskripsi kemampuan peserta didik.

Kepala Pusat Asesmen Pendidikan Kemendikdasmen Rahmawati mengatakan pendekatan tersebut bertujuan membantu guru dan orang tua memahami kebutuhan pembelajaran murid.

Kalau anak berada pada kategori memadai, maka orang tua dan guru bisa melihat kemampuan apa yang sudah dikuasai dan apa yang masih perlu diperkuat,” jelas Rahmawati.

Dalam perkembangan selanjutnya, hasil TKA juga terintegrasi dengan Sistem Penerimaan Murid Baru jalur prestasi melalui API dan web service.

Kepala Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat Kemendikdasmen Yudhistira Nugraha menyebut integrasi tersebut diharapkan membuat proses seleksi lebih objektif dan transparan.

Selain nilai TKA, seleksi jalur prestasi juga mempertimbangkan nilai rapor dan capaian akademik lainnya.