PP Tunas Berlaku, TikTok dan Roblox Ubah Akses Pengguna Anak

Merah Putih Global – Pemberlakuan PP Tunas mulai 28 Maret 2026 langsung berdampak pada akses pengguna anak di sejumlah platform digital global. TikTok dan Roblox menjadi dua aplikasi yang mulai menyesuaikan layanan mereka, terutama terkait batas usia aplikasi dan pembatasan fitur bagi pengguna di bawah umur.

Perubahan ini menjadi konsekuensi langsung dari kebijakan pemerintah yang mewajibkan platform digital memperkuat perlindungan anak di ruang daring. Fokus utama kebijakan terlihat pada pembatasan usia minimum dan penyesuaian fitur yang dapat diakses anak.

Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid mengatakan TikTok telah menyampaikan komitmen untuk menonaktifkan akun pengguna di bawah usia 16 tahun secara bertahap.

TikTok telah memberikan komitmen untuk melakukan penonaktifan akun pengguna di bawah 16 tahun secara bertahap,” ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta.

Pertanyaan utama dalam artikel ini adalah bagaimana perubahan batas usia aplikasi memengaruhi akses anak terhadap platform populer.

TikTok Mulai Batasi Pengguna di Bawah 16 Tahun

TikTok menjadi salah satu platform yang paling cepat merespons implementasi PP Tunas. Kebijakan awal yang diumumkan mencakup penonaktifan bertahap akun pengguna di bawah 16 tahun.

Di sisi lain, platform tersebut masih menyiapkan peta jalan operasional khusus untuk kelompok usia 14 hingga 15 tahun. Hal ini menunjukkan bahwa pembatasan akses tidak dilakukan secara seragam, tetapi disesuaikan dengan kategori usia pengguna.

Yang jadi sorotan, perubahan batas usia aplikasi ini berpotensi mengubah pola penggunaan media sosial oleh remaja yang selama ini aktif di platform video pendek.

Roblox Sesuaikan Fitur untuk Pengguna Anak

Berbeda dengan TikTok, Roblox mengambil pendekatan berbasis fitur.

Pengguna di Bawah 13 Tahun Dialihkan Offline

Roblox menyampaikan rencana agar pengguna di bawah 13 tahun hanya dapat menggunakan aplikasi secara offline. Penyesuaian ini masih berada dalam tahap teknis dan belum diungkap secara rinci.

Dalam praktiknya, langkah tersebut bertujuan membatasi interaksi daring anak, terutama fitur komunikasi dan akses konten yang dinilai memerlukan pengawasan lebih ketat.

Dampaknya, batas usia aplikasi kini tidak hanya berkaitan dengan akses masuk, tetapi juga dengan jenis pengalaman digital yang diberikan kepada anak berdasarkan kelompok umur.

Kebijakan ini menunjukkan bahwa PP Tunas mulai memengaruhi desain layanan platform global yang beroperasi di Indonesia.