Instruksi Bahasa Prancis di Sekolah Disampaikan Prabowo Saat Bertemu Macron

Merah Putih Global – Instruksi pengajaran bahasa Prancis di seluruh jenjang sekolah Indonesia menjadi perhatian setelah disampaikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto saat bertemu Presiden Prancis Emmanuel Macron di Paris. Arahan tersebut menjadi salah satu pernyataan penting dalam kunjungan resmi Prabowo ke Prancis pada akhir Mei 2026.

Dalam pertemuan di Istana Kepresidenan Élysée, Prabowo menyampaikan bahwa pembelajaran bahasa Prancis perlu diperluas di Indonesia sebagai bagian dari persiapan menghadapi perkembangan dunia pada masa mendatang.

Pernyataan tersebut disampaikan di tengah hubungan bilateral Indonesia dan Prancis yang disebut berada dalam kondisi sangat baik. Kedua negara saat ini menjalin kerja sama di berbagai bidang, mulai dari pertahanan hingga pendidikan.

Prabowo Instruksikan Bahasa Prancis Diajarkan di Semua Jenjang Sekolah

Di hadapan Macron, Prabowo secara terbuka mengungkapkan bahwa dirinya telah memberikan instruksi terkait pengajaran bahasa Prancis di Indonesia.

Menurutnya, kemampuan bahasa asing menjadi salah satu kebutuhan yang perlu dipersiapkan sejak dini untuk menghadapi dinamika global yang terus berkembang.

Sekarang saya sudah menginstruksikan bahwa semua tingkatan sekolah di Indonesia harus belajar bahasa Prancis, melihat perkembangan dunia ke depan,” kata Prabowo.

Pernyataan tersebut langsung menarik perhatian karena menyangkut sistem pendidikan nasional. Bahasa Prancis disebut akan diajarkan mulai dari berbagai jenjang pendidikan di Indonesia.

Yang jadi sorotan, instruksi itu disampaikan langsung dalam forum resmi antara pemimpin Indonesia dan Prancis.

Hubungan Indonesia dan Prancis Jadi Latar Belakang Instruksi

Kerjasama Presiden Prabowo Dan Presiden Emmanuel Macron
Kerjasama Presiden Prabowo Dan Presiden Emmanuel Macron

Prabowo menjelaskan bahwa hubungan Indonesia dan Prancis saat ini berada pada tingkat yang sangat baik. Menurutnya, kerja sama kedua negara terus berkembang dalam berbagai sektor strategis.

Ia menyampaikan apresiasi kepada Macron atas dukungan yang diberikan terhadap hubungan bilateral kedua negara.

Saya sempat menyampaikan kepada Yang Mulia bahwa hubungan Indonesia dan Prancis berada pada tingkat terbaik selama ini. Kami berterima kasih dan menghormati kepemimpinan Yang Mulia Presiden Macron,” ujarnya.

Dalam perkembangan yang sama, Prabowo juga menyoroti kerja sama yang telah berjalan di bidang pertahanan, sains, teknologi, dan pendidikan.

Menurutnya, sektor pendidikan menjadi salah satu bidang yang masih dapat diperluas melalui berbagai program kerja sama.

Pendidikan Menjadi Fokus Penguatan Kerja Sama

Selain membahas hubungan bilateral, Prabowo menegaskan keinginan Indonesia untuk meningkatkan kolaborasi pendidikan dengan Prancis.

Ia menyebut hubungan kedua negara saat ini berjalan positif berkat dukungan langsung dari Macron.

Saat ini hubungan bilateral kita sangat baik, tak lain karena dukungan langsung dari Presiden Macron. Di bidang pertahanan, hubungan kita sangat baik. Kerja sama sains dan teknologi juga sangat baik. Dunia pendidikan, kita ingin meningkatkan kerja sama lebih jauh lagi,” katanya.

Dalam konteks tersebut, instruksi pengajaran bahasa Prancis dipandang sebagai bagian dari upaya memperkuat hubungan pendidikan antara kedua negara.

Tak hanya itu, Prabowo juga menilai Indonesia dan Prancis memiliki sejumlah kesamaan pandangan dalam berbagai isu internasional.

Instruksi Bahasa Prancis Jadi Perhatian DPR

Arahan Presiden terkait bahasa Prancis kemudian mendapat respons dari DPR. Wakil Ketua Komisi X DPR Lalu Hadrian mengatakan pihaknya akan meminta penjelasan kepada Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah mengenai implementasi kebijakan tersebut.

Menurutnya, penguatan kemampuan bahasa asing memang penting bagi siswa. Namun kebijakan pendidikan perlu didukung perencanaan yang matang.

Lalu juga menilai pemerintah perlu menjelaskan roadmap, regulasi, dan kesiapan pelaksanaan apabila bahasa Prancis benar-benar diterapkan di sekolah-sekolah Indonesia.

Sementara itu, instruksi yang disampaikan Prabowo di Paris menjadi salah satu agenda pendidikan yang kini mendapat perhatian karena berkaitan langsung dengan arah pengembangan kemampuan bahasa asing bagi peserta didik di Indonesia.