Tag: Ketahanan Pangan

Uwi Disamakan dengan Ubi, Kekeliruan yang Menggerus Kedaulatan Pangan
EKBIS, Ragam

Uwi Disamakan dengan Ubi, Kekeliruan yang Menggerus Kedaulatan Pangan

MerahPutihGlobal.net - Penyamaan uwi dengan ubi jalar dinilai sebagai kekeliruan mendasar yang berdampak langsung pada data pangan nasional dan melemahkan posisi pangan lokal Indonesia dalam kebijakan strategis. Sejumlah peneliti pangan dan etnobotani menegaskan bahwa uwi bukan bagian dari ubi jalar. Secara ilmiah, uwi berasal dari genus Dioscorea famili Dioscoreaceae, sedangkan ubi jalar berasal dari genus Ipomoea famili Convolvulaceae. Keduanya tidak memiliki hubungan kekerabatan langsung meski sama-sama dikonsumsi sebagai sumber karbohidrat. Peneliti Pusat Riset Botani Terapan BRIN, Dr. Ervizal Amir, menyatakan bahwa kesalahan istilah ini telah lama berlangsung dan berulang di ruang publik. “Dalam banyak publikasi populer, uwi sering disederhanakan sebagai ubi, padahal itu keli...
Negara Pilih Beras, Uwi Ditinggalkan dari Agenda Pangan
EKBIS, Ragam

Negara Pilih Beras, Uwi Ditinggalkan dari Agenda Pangan

MerahPutihGlobal.net — Sejarah kebijakan pangan Indonesia memperlihatkan pilihan negara yang konsisten mengutamakan beras, sementara uwi dan pangan lokal tersingkir dari agenda strategis nasional. Sejak awal kemerdekaan, pangan dibangun sebagai instrumen stabilitas dan legitimasi negara. Dalam kerangka itu, beras diposisikan sebagai makanan pokok nasional sekaligus simbol kemakmuran dan keberhasilan pembangunan. Pilihan tersebut membawa konsekuensi jangka panjang. Umbi-umbian seperti uwi (Dioscorea spp.), yang selama berabad-abad menopang kehidupan masyarakat Nusantara, tidak memperoleh tempat setara dalam kebijakan pangan nasional. Penjajahan dan Arah Awal Sistem Pangan Akar kebijakan beras-sentris dapat ditelusuri sejak masa penjajahan Belanda. Pemerintah penjajah menjadikan bera...
Uwi Jadi Penyangga Strategis Ketahanan Pangan Nasional
EKBIS, Ragam

Uwi Jadi Penyangga Strategis Ketahanan Pangan Nasional

MerahPutihGlobal.net - Ketahanan pangan Indonesia memasuki fase krusial di tengah ketidakpastian global yang kian intens. Konflik geopolitik, gangguan rantai pasok internasional, serta lonjakan harga pangan dunia memperlihatkan bahwa ketergantungan pada impor bukan sekadar persoalan ekonomi, melainkan risiko strategis nasional. Perang Rusia–Ukraina sejak 2022 menjadi contoh nyata. Gangguan pasokan gandum, pupuk, dan energi memicu tekanan harga pangan global. Negara-negara pengimpor berada dalam posisi lemah, termasuk Indonesia yang masih bergantung pada gandum impor untuk kebutuhan terigu. Dalam konteks itu, penguatan pangan lokal dipandang sebagai langkah kepemimpinan strategis. Salah satu komoditas yang kembali didorong adalah uwi ungu, umbi lokal Nusantara yang memiliki daya adapt...
Gelar Alam Buktikan Kemandirian Pangan Bisa Dibangun Tanpa Merusak Alam
Daerah, EKBIS, Nasional

Gelar Alam Buktikan Kemandirian Pangan Bisa Dibangun Tanpa Merusak Alam

MerahPutihGlobal.net — Kasepuhan Gelar Alam menawarkan pelajaran strategis tentang bagaimana sebuah komunitas Indonesia mempertahankan pangan puluhan tahun lewat sistem tanam padi setahun sekali. Prinsip leluhur bahwa tanah harus “melahirkan sekali” menjadi dasar manajemen pangan yang disiplin. Saat lahan beristirahat, warga menanam palawija. Tidak ada pupuk kimia atau alat berat yang dipakai. Ketegasan Adat sebagai Pilar Kemandirian Komunitas sepenuhnya menahan diri untuk tidak menjual beras. Pangan dikelola untuk rakyat di dalam komunitas. “Padi bagi kami bukan hanya makanan, tapi nyawa,” tegas Dalang Dede, Jumat (5/12/2025). Ritual pertanian dari ngaseuk sampai serentaun membentuk struktur sosial yang kokoh. Leuit: Infrastruktur Strategis Pangan Lumbung adat dibangun dari baha...