Tag: Ketahanan Pangan

Monitoring Jagung Pipil Cirebon, Polisi Cegah Gangguan Sejak Dini
Daerah

Monitoring Jagung Pipil Cirebon, Polisi Cegah Gangguan Sejak Dini

Bahasa Kita - Kegiatan monitoring jagung pipil dilakukan Polsek Pangenan Polresta Cirebon di Desa Rawaurip, Kecamatan Pangenan, Kabupaten Cirebon, Selasa (14/4/2026). Langkah ini dilakukan untuk memastikan pertumbuhan tanaman berjalan optimal sekaligus mendeteksi potensi gangguan sejak dini. Monitoring jagung pipil menjadi bagian dari dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional. Aparat turun langsung ke lahan pertanian guna melihat kondisi tanaman yang telah ditanam oleh masyarakat. Mengapa Monitoring Jagung Pipil Dilakukan Secara Langsung? Kegiatan ini dipimpin Kapolsek Pangenan AKP Abdul Majid bersama anggota. Mereka melakukan pengecekan langsung terhadap kondisi tanaman di lapangan. Dalam praktiknya, pengamatan dilakukan untuk memastikan tanaman tumbuh sehat dan sesuai h...
Stok Beras Nasional Tembus 5 Juta Ton, Tertinggi Sepanjang Sejarah
EKBIS

Stok Beras Nasional Tembus 5 Juta Ton, Tertinggi Sepanjang Sejarah

Merah Putih Global - Stok beras nasional tembus 5 juta ton pada April 2026, menjadi capaian tertinggi sepanjang sejarah dan menandai perubahan arah kebijakan pangan Indonesia yang kini tidak lagi bergantung pada impor. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan bahwa lonjakan stok ini didorong oleh peningkatan produksi dalam negeri. Menurutnya, kondisi tersebut belum pernah terjadi sejak Indonesia merdeka. “Sekarang, bulan ini, insyaAllah 5 juta ton beras kita. Ini tidak pernah terjadi selama Indonesia merdeka,” ujarnya dalam keterangan resmi, Minggu (12/4/2026). Capaian ini sekaligus mengubah posisi Indonesia dalam pemenuhan kebutuhan pangan. Sebelumnya, Indonesia mengandalkan impor dalam jumlah besar untuk menutup kekurangan pasokan dalam negeri. Perubahan Arah dari...
Pemerintah Turun Tangan Atasi Harga Cabai Tinggi Jelang Lebaran 2026
EKBIS

Pemerintah Turun Tangan Atasi Harga Cabai Tinggi Jelang Lebaran 2026

merahputihglobal.net - Pemerintah bergerak cepat merespons lonjakan Harga Cabai Terkini yang menembus Rp150.000 per kilogram di sejumlah pasar Jakarta jelang Lebaran 2026. Data Panel Harga Badan Pangan Nasional per 20 Februari 2026 menunjukkan rata-rata nasional cabai rawit merah berada di kisaran Rp74.818 hingga Rp78.295 per kilogram. Angka ini lebih dari 30 persen di atas Harga Acuan Penjualan (HAP) Rp40.000–Rp57.000 per kilogram. Di DKI Jakarta, harga rata-rata mencapai Rp113.438 per kilogram. Lonjakan ini terjadi pada awal Ramadan. Permintaan meningkat. Pasokan menurun. Negara turun tangan. Koordinasi Bulog dan Asosiasi Cabai Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menyatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan pelaku usaha dan asosiasi cabai. Langkah ini dilakukan untuk me...
58 Persen Dana Desa untuk Koperasi Merah Putih Resmi Berlaku
EKBIS, Nasional

58 Persen Dana Desa untuk Koperasi Merah Putih Resmi Berlaku

merahputihglobal.net - Pemerintah resmi memberlakukan alokasi 58,03 persen Dana Desa 2026 untuk Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih (KDMP). Dari total pagu Rp 60,57 triliun, sebesar Rp 34,57 triliun diarahkan untuk penguatan koperasi desa. Ketentuan ini diatur dalam PMK Nomor 7 Tahun 2026 yang berlaku sejak 12/2/2026. Pasal 15 Ayat (3) menegaskan, “Penyesuaian alokasi sebagai akibat dari kebijakan Pemerintah dalam rangka mendukung implementasi KDMP dihitung sebesar 58,03 persen dari pagu Dana Desa setiap Desa atau sebesar Rp 34.570.000.000.000.” Secara strategis, Dana Desa Koperasi menjadi instrumen resmi negara dalam memperkuat basis ekonomi desa. Koperasi sebagai Pilar Ekonomi Desa Dengan penguncian Rp 34,57 triliun, lebih dari separuh Dana Desa memiliki tujuan spesifik. Sisa...
Danantara Jalankan Hilirisasi Ayam, Strategi Negara Menuju Kedaulatan Protein
EKBIS

Danantara Jalankan Hilirisasi Ayam, Strategi Negara Menuju Kedaulatan Protein

merahputihglobal.net - Negara kembali mengambil peran strategis dalam membangun fondasi kemandirian pangan nasional melalui proyek hilirisasi ayam terintegrasi yang dijalankan Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara. Dengan nilai investasi mencapai Rp20 triliun, langkah ini dipandang sebagai strategi besar menuju kedaulatan protein — sebuah konsep yang menempatkan kemampuan produksi domestik sebagai pilar utama ketahanan nasional sekaligus simbol kemandirian ekonomi Indonesia. Negara sebagai Motor Industrialisasi Pangan Hilirisasi ayam terintegrasi menunjukkan arah baru kebijakan pangan nasional, di mana negara tidak hanya berperan sebagai regulator, tetapi juga sebagai aktor utama yang mendorong transformasi industri. Melalui koordinasi lintas kementerian dan BUMN pangan, ekosistem pe...
Beras Analog Uwi Perkuat Kemandirian Pangan Nasional
EKBIS, Nasional, Ragam

Beras Analog Uwi Perkuat Kemandirian Pangan Nasional

MerahPutihGlobal.net - Beras analog berbahan uwi berkembang sebagai inovasi pangan strategis non-padi yang memperkuat agenda kemandirian pangan nasional melalui pemanfaatan riset ilmiah dan sumber daya lokal Indonesia. Beras analog merupakan produk pangan tiruan yang dibuat dari bahan selain padi, namun dirancang menyerupai beras dalam bentuk, tekstur, dan cara konsumsi. Uwi dipilih sebagai bahan baku utama karena kandungan pati yang tinggi serta karakteristik gizi yang memungkinkan pengolahan menjadi nasi melalui teknologi pangan modern. Pengembangan beras analog uwi diarahkan untuk mengurangi ketergantungan pada beras padi sebagai sumber karbohidrat utama. Pendekatan ini menempatkan diversifikasi pangan sebagai kebijakan struktural, bukan sekadar alternatif konsumsi. Basis Ilmiah ...
Uwi Ungu Bukan Ubi Ungu, Dua Umbi dan Arah Ketahanan Bangsa
EKBIS, Ragam

Uwi Ungu Bukan Ubi Ungu, Dua Umbi dan Arah Ketahanan Bangsa

MerahPutihGlobal.net—Keserupaan warna ungu telah lama mengaburkan pemahaman publik terhadap dua tanaman pangan yang berbeda secara mendasar: uwi ungu dan ubi ungu. Kekeliruan ini bukan sekadar soal istilah, tetapi menyentuh cara bangsa ini membaca sejarah pangan, merancang kebijakan, dan menentukan arah ketahanan pangan ke depan. Uwi ungu dikenal sebagai Dioscorea alata, tanaman rambat dengan umbi tunggal besar dan masa panen panjang, mencapai delapan hingga dua belas bulan. Ubi ungu merupakan Ipomoea batatas, tanaman menjalar dengan banyak umbi dan waktu panen singkat. Perbedaan ini menunjukkan strategi ekologis dan fungsi pangan yang tidak sama. Literatur botani seperti Flora of Java menempatkan Dioscorea dan Ipomoea dalam famili berbeda. Artinya, penyamaan keduanya tidak memiliki ...
Uwi Lebih Dulu Menopang Nusantara sebelum Era Padi
EKBIS, Ragam

Uwi Lebih Dulu Menopang Nusantara sebelum Era Padi

MerahPutihGlobal.net—Bukti arkeologi menegaskan uwi telah dibudidayakan sejak masa prasejarah di Nusantara, jauh sebelum padi sawah berkembang sebagai fondasi sistem pangan agraris. Kajian prasejarah Asia Tenggara menunjukkan bahwa pada periode neolitik, sekitar 4.500–2.500 tahun lalu, masyarakat kepulauan Indonesia telah mengandalkan pangan umbi. Arkeolog Australia Peter Bellwood dalam Prasejarah Kepulauan Indo-Malaysia mencatat uwi ditanam bersama sagu, sukun, dan pisang, sementara bukti pertanian padi sawah belum ditemukan secara luas pada fase tersebut. Fakta ini menunjukkan bahwa fondasi awal ketahanan pangan Nusantara dibangun melalui tanaman yang adaptif, tidak bergantung musim, dan sesuai dengan kondisi ekologis tropis. Jejak Material yang Konsisten Analisis butir pati dari...
Uwi dan Pangan Bangsa yang Terlupakan
EKBIS, Ragam

Uwi dan Pangan Bangsa yang Terlupakan

MerahPutihGlobal.net — Sebelum beras menjadi simbol kemajuan nasional, masyarakat Jawa membangun ketahanan pangan dari uwi dan umbi-umbian yang menopang hidup lintas generasi. Sejarah ini menunjukkan bahwa kekuatan pangan Nusantara pernah bertumpu pada keragaman, bukan keseragaman. Kajian etnohistori mencatat bahwa sebelum abad ke-8 M, pola konsumsi masyarakat Jawa tidak bergantung pada satu komoditas. Uwi tumbuh di ladang kering dan kebun campur tanpa irigasi besar. Sistem ini membuat masyarakat relatif tahan terhadap perubahan iklim dan gagal panen. Perluasan sawah irigasi pada masa kerajaan agraris mengubah lanskap produksi. Namun beras kala itu belum menjadi pangan harian mayoritas rakyat. Prasasti-prasasti agraria menunjukkan beras berfungsi sebagai upeti, bekal ritual, dan konsumsi...
Uwi Ditinggalkan, Kedaulatan Pangan Dipertaruhkan
EKBIS, Ragam

Uwi Ditinggalkan, Kedaulatan Pangan Dipertaruhkan

MerahPutihGlobal.net - Uwi, umbi pangan yang berasal dari tanah Nusantara, pernah menjadi bagian penting sistem konsumsi masyarakat Indonesia. Namun hari ini, tanaman tersebut justru lebih mapan sebagai pangan strategis di berbagai negara, sementara di negeri asalnya kian tersisih. Sejarah mencatat uwi telah menjadi komoditas pangan lintas kawasan sejak era Dinasti Liao hingga Dinasti Ming di China. Jalur perdagangan Selat Malaka berperan sebagai penghubung distribusi uwi di Asia, menandai posisinya dalam jaringan pangan regional selama berabad-abad. Di Indonesia, perubahan pola konsumsi masyarakat ke beras berlangsung secara masif. Pergeseran ini berdampak langsung pada umbi-umbian. Uwi yang sebelumnya dibudidayakan secara luas perlahan kehilangan ruang dan berubah status menjadi ta...