Putin Tolak Pertemuan dengan Zelenskyy, Rusia Tegaskan Lanjutkan Operasi Militer

Merah Puti Global – Presiden Rusia Vladimir Putin menolak tawaran Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy untuk menggelar pertemuan tatap muka guna membahas upaya perdamaian. Penolakan tersebut mempertegas sikap Moskow yang tetap berkomitmen melanjutkan operasi militernya di Ukraina.

Pernyataan itu disampaikan Putin saat menghadiri Forum Ekonomi Internasional St. Petersburg, ketika proses diplomasi antara kedua negara masih menemui jalan buntu.

Di tengah berbagai upaya internasional untuk mendorong perundingan damai, Rusia menegaskan bahwa target militernya di Ukraina belum berubah.

Putin Tolak Usulan Pertemuan Langsung

Zelenskyy sebelumnya mengusulkan pertemuan langsung dengan Putin di negara ketiga seperti Swiss atau Turki.

Dalam tawarannya, Presiden Ukraina juga mengusulkan gencatan senjata penuh selama proses negosiasi berlangsung sebagai langkah awal menuju penyelesaian konflik.

Namun, Putin menilai usulan tersebut belum memberikan manfaat yang jelas bagi Rusia.

Yang jadi sorotan, pemimpin Rusia itu bahkan mengkritik surat terbuka yang dikirim Zelenskyy dan menyebutnya tidak disampaikan dengan cara yang tepat.

Karena itu, Kremlin belum melihat alasan untuk membuka dialog langsung dalam waktu dekat.

Rusia Tegaskan Target Militer Tetap Berjalan

Selain menolak pertemuan, Putin juga menegaskan bahwa Rusia akan terus mengejar seluruh target militernya di Ukraina.

Menurutnya, posisi Moskow terkait konflik tidak mengalami perubahan meskipun berbagai pihak terus mendorong proses diplomasi.

Dalam forum tersebut, Putin mengklaim pasukan Rusia telah menguasai seluruh wilayah Luhansk.

Ia juga menyatakan bahwa lebih dari 85 persen wilayah Donetsk kini berada di bawah kendali Rusia.

Tak hanya itu, Putin kembali menuntut agar Ukraina menyerahkan wilayah Kherson dan Zaporizhzhia sebagai bagian dari syarat yang menurutnya diperlukan untuk menciptakan perdamaian jangka panjang.

Zelenskyy Nilai Rusia Tidak Ingin Akhiri Perang

Menanggapi penolakan tersebut, Presiden Ukraina menyampaikan kritik terhadap sikap Kremlin.

Menurut Zelenskyy, keputusan Rusia menolak dialog langsung menunjukkan bahwa Moskow belum memiliki keinginan untuk mengakhiri konflik melalui jalur diplomasi.

Ia menilai peluang perundingan sebenarnya masih tersedia jika kedua pihak bersedia membuka ruang komunikasi yang lebih luas.

Namun, hingga kini perbedaan posisi antara Rusia dan Ukraina masih menjadi hambatan utama dalam proses negosiasi.

Dukungan Barat Mengalir untuk Upaya Perdamaian

Di tengah kebuntuan diplomatik, sejumlah negara Barat terus mendukung inisiatif dialog yang diajukan Ukraina.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden Prancis Emmanuel Macron termasuk di antara pemimpin yang menyambut positif gagasan pertemuan langsung antara Putin dan Zelenskyy.

Sementara itu, Zelenskyy dijadwalkan melakukan serangkaian pertemuan dengan para pemimpin Eropa guna membahas langkah lanjutan menuju penyelesaian konflik.

Ia akan bertemu Perdana Menteri Inggris Keir Starmer di London serta menggelar pembicaraan dengan Kanselir Jerman Friedrich Merz.

Konflik dan Tekanan Internasional Terus Berlanjut

Dalam perkembangan terbaru, Ukraina disebut terus meningkatkan serangan terhadap sejumlah target strategis Rusia.

Di sisi lain, Rusia tetap menghadapi tekanan dari negara-negara Barat melalui berbagai sanksi ekonomi yang telah diberlakukan sejak konflik berlangsung.

Meski begitu, Putin menegaskan negaranya masih mampu bertahan menghadapi tekanan tersebut.

Ia juga menyatakan Rusia akan terus menjalankan strategi yang telah ditetapkan untuk mencapai tujuan perang yang dianggap penting bagi kepentingan nasionalnya.