
Merah Putih Global – Film animasi Garuda di Dadaku dinilai menjadi salah satu bukti perkembangan industri animasi nasional yang semakin kompetitif. Karya tersebut menunjukkan kemampuan kreator Indonesia dalam menghasilkan produk kreatif yang mampu bersaing di tingkat internasional.
Penilaian itu disampaikan Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya saat menghadiri Special Screening Bersama Ekraf film tersebut di Plaza Indonesia, Jakarta, Kamis (4/6/2026).
Menurut Riefky, kualitas animasi Indonesia terus mengalami peningkatan. Hal itu terlihat dari kualitas visual, penggambaran adegan olahraga, hingga sinematografi digital yang semakin matang.
“Industri animasi kita tidak lagi sekadar menjadi pendukung industri luar. Kini mampu mandiri sebagai produser kekayaan intelektual kompetitif,” kata Riefky.
Garuda di Dadaku Dorong Daya Saing Industri Kreatif
Riefky menilai keberhasilan film ini tidak hanya berdampak pada sektor perfilman. Lebih jauh, kehadiran kekayaan intelektual atau intellectual property (IP) lokal berpotensi memperkuat posisi industri kreatif Indonesia di pasar global.
Dalam konteks tersebut, film animasi lokal menjadi sarana penting untuk menunjukkan kemampuan kreator dalam menghasilkan karya orisinal yang memiliki nilai ekonomi tinggi.
Selain itu, dukungan berbagai pihak terhadap produksi animasi nasional menunjukkan semakin besarnya perhatian terhadap sektor ekonomi kreatif.
Menurutnya, keberhasilan film seperti Garuda di Dadaku dapat membuka peluang baru bagi para pelaku industri kreatif di berbagai daerah.
“Hadirnya IP lokal yang kuat menjadi modal penting untuk meningkatkan daya saing industri kreatif nasional,” ujarnya.
Masuk Festival Film Internasional
Yang menjadi sorotan, film animasi ini berhasil menembus ajang Shanghai International Film Festival. Pencapaian tersebut dinilai menjadi langkah penting bagi animasi Indonesia untuk mendapatkan pengakuan lebih luas di kancah internasional.
Sementara itu, Sutradara Garuda di Dadaku, Ronny Gani, mengatakan proyek tersebut memiliki makna khusus karena telah tumbuh bersama generasi penonton Indonesia selama bertahun-tahun.
Menurutnya, perjalanan film ini membuktikan bahwa animasi lokal memiliki peluang besar untuk berkembang jika didukung kolaborasi yang kuat.
“Kolaborasi 15 studio dan lebih dari 500 kreator membuktikan kekuatan animasi Indonesia. Potensi industri ini sangat besar untuk berkembang,” kata Ronny.
Libatkan Ratusan Kreator Indonesia
Dalam proses produksinya, film ini melibatkan 15 studio animasi dan lebih dari 500 kreator dari berbagai bidang. Kolaborasi tersebut menjadi salah satu proyek animasi terbesar yang pernah dikerjakan oleh talenta Indonesia.
Tak hanya itu, keterlibatan ratusan pekerja kreatif juga menunjukkan kapasitas industri animasi nasional yang terus bertumbuh.
Jika dibandingkan beberapa tahun lalu, produksi animasi Indonesia kini mampu menghadirkan kualitas visual yang semakin baik dengan dukungan sumber daya manusia lokal.
Dampaknya, industri animasi tidak hanya berperan sebagai penyedia jasa untuk proyek luar negeri. Sebaliknya, kreator Indonesia mulai mampu membangun dan mengembangkan IP sendiri yang memiliki nilai komersial.
Diharapkan Jadi Pemantik Karya Baru
Riefky optimistis keberhasilan Garuda di Dadaku dapat menjadi inspirasi bagi sineas dan kreator muda di seluruh Indonesia.
Menurutnya, momentum tersebut perlu dimanfaatkan untuk mendorong lahirnya lebih banyak karya kreatif yang mampu bersaing secara global.
Dukungan pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan juga dinilai penting untuk memperkuat ekosistem animasi nasional. Dengan begitu, industri animasi Indonesia memiliki peluang lebih besar untuk berkembang dan menjadi salah satu sektor unggulan ekonomi kreatif.
