Penulis: Ivan L

Di Tengah Volatilitas IHSG, Iman Rachman Mengundurkan Diri dari Kursi Dirut BEI
EKBIS, Nasional

Di Tengah Volatilitas IHSG, Iman Rachman Mengundurkan Diri dari Kursi Dirut BEI

merahputihglobal.net - Keputusan Iman Rachman mengundurkan diri dari jabatan Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) terjadi di saat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak sangat fluktuatif. Dalam beberapa hari terakhir, indeks tidak hanya melemah tajam, tetapi juga memicu penghentian perdagangan sementara. Singkatnya, pengunduran diri ini berlangsung di tengah pasar yang belum sepenuhnya stabil dan masih mencari arah.Pengumuman tersebut disampaikan pada Jumat, 30 Januari 2026, saat IHSG pada pembukaan perdagangan sempat bergerak menguat sebelum kembali tertekan. Dalam sudut pandang ini, volatilitas indeks menjadi konteks utama yang membingkai keputusan tersebut. Lonjakan dan Pelemahan IHSG dalam Satu Sesi Pada pembukaan perdagangan Jumat pagi, IHSG dibuka di level 8.308 dan d...
Uwi Ungu Bukan Ubi Ungu, Dua Umbi dan Arah Ketahanan Bangsa
EKBIS, Ragam

Uwi Ungu Bukan Ubi Ungu, Dua Umbi dan Arah Ketahanan Bangsa

MerahPutihGlobal.net—Keserupaan warna ungu telah lama mengaburkan pemahaman publik terhadap dua tanaman pangan yang berbeda secara mendasar: uwi ungu dan ubi ungu. Kekeliruan ini bukan sekadar soal istilah, tetapi menyentuh cara bangsa ini membaca sejarah pangan, merancang kebijakan, dan menentukan arah ketahanan pangan ke depan.Uwi ungu dikenal sebagai Dioscorea alata, tanaman rambat dengan umbi tunggal besar dan masa panen panjang, mencapai delapan hingga dua belas bulan. Ubi ungu merupakan Ipomoea batatas, tanaman menjalar dengan banyak umbi dan waktu panen singkat. Perbedaan ini menunjukkan strategi ekologis dan fungsi pangan yang tidak sama.Literatur botani seperti Flora of Java menempatkan Dioscorea dan Ipomoea dalam famili berbeda. Artinya, penyamaan keduanya tidak memiliki ...
Sejak Penjajahan, Kurikulum Indonesia Tak Pernah Netral
Nasional

Sejak Penjajahan, Kurikulum Indonesia Tak Pernah Netral

MerahPutihGlobal.net - Sejarah pendidikan Indonesia memperlihatkan satu fakta konsisten: kurikulum tidak pernah berdiri netral. Sejak masa penjajahan hingga era globalisasi, kurikulum selalu disusun dalam relasi kekuasaan yang menentukan arah berpikir dan watak generasi bangsa.Pada masa penjajahan Belanda, pendidikan difungsikan sebagai alat administratif. Sekolah seperti HIS, MULO, dan AMS dirancang untuk mencetak tenaga pribumi kelas bawah guna menopang birokrasi penjajah. Akses pendidikan dibatasi, sementara isi kurikulum diarahkan untuk menjaga struktur sosial yang timpang.Sejarawan pendidikan H.A.R. Tilaar dalam Kekuasaan dan Pendidikan (2009) menegaskan bahwa pendidikan kolonial tidak pernah dimaksudkan untuk membangun bangsa jajahan. Kurikulum disusun untuk menjaga keberlang...
Uwi Lebih Dulu Menopang Nusantara sebelum Era Padi
EKBIS, Ragam

Uwi Lebih Dulu Menopang Nusantara sebelum Era Padi

MerahPutihGlobal.net—Bukti arkeologi menegaskan uwi telah dibudidayakan sejak masa prasejarah di Nusantara, jauh sebelum padi sawah berkembang sebagai fondasi sistem pangan agraris.Kajian prasejarah Asia Tenggara menunjukkan bahwa pada periode neolitik, sekitar 4.500–2.500 tahun lalu, masyarakat kepulauan Indonesia telah mengandalkan pangan umbi. Arkeolog Australia Peter Bellwood dalam Prasejarah Kepulauan Indo-Malaysia mencatat uwi ditanam bersama sagu, sukun, dan pisang, sementara bukti pertanian padi sawah belum ditemukan secara luas pada fase tersebut.Fakta ini menunjukkan bahwa fondasi awal ketahanan pangan Nusantara dibangun melalui tanaman yang adaptif, tidak bergantung musim, dan sesuai dengan kondisi ekologis tropis. Jejak Material yang Konsisten Analisis butir pati dari...
Ideologi Asing dan Pertaruhan Kedaulatan Berpikir Bangsa
Nasional

Ideologi Asing dan Pertaruhan Kedaulatan Berpikir Bangsa

MerahPutihGlobal.net — Ideologi asing dalam pendidikan tidak hadir sebagai doktrin politik yang kasatmata. Ia bekerja melalui cara berpikir, standar pengetahuan, dan ukuran tentang apa yang dianggap rasional, modern, serta bernilai. Proses ini berlangsung diam-diam, diterima sebagai kewajaran, dan jarang disadari publik.Sejumlah kajian pendidikan kritis menegaskan bahwa sekolah merupakan arena paling strategis bagi kerja ideologi. Pendidikan dimulai sejak usia dini, diulang setiap hari, dan membentuk kebiasaan berpikir jangka panjang. Di titik inilah ideologi bekerja paling efektif. Tanpa paksaan. Tanpa penolakan.Dalam teori hegemoni, pemikir Italia Antonio Gramsci menjelaskan bahwa dominasi paling kuat justru tercipta ketika nilai luar diterima sebagai akal sehat bersama. Ideologi...
Uwi dan Pangan Bangsa yang Terlupakan
EKBIS, Ragam

Uwi dan Pangan Bangsa yang Terlupakan

MerahPutihGlobal.net — Sebelum beras menjadi simbol kemajuan nasional, masyarakat Jawa membangun ketahanan pangan dari uwi dan umbi-umbian yang menopang hidup lintas generasi. Sejarah ini menunjukkan bahwa kekuatan pangan Nusantara pernah bertumpu pada keragaman, bukan keseragaman. Kajian etnohistori mencatat bahwa sebelum abad ke-8 M, pola konsumsi masyarakat Jawa tidak bergantung pada satu komoditas. Uwi tumbuh di ladang kering dan kebun campur tanpa irigasi besar. Sistem ini membuat masyarakat relatif tahan terhadap perubahan iklim dan gagal panen. Perluasan sawah irigasi pada masa kerajaan agraris mengubah lanskap produksi. Namun beras kala itu belum menjadi pangan harian mayoritas rakyat. Prasasti-prasasti agraria menunjukkan beras berfungsi sebagai upeti, bekal ritual, dan konsumsi...
Uwi Ditinggalkan, Kedaulatan Pangan Dipertaruhkan
EKBIS, Ragam

Uwi Ditinggalkan, Kedaulatan Pangan Dipertaruhkan

MerahPutihGlobal.net - Uwi, umbi pangan yang berasal dari tanah Nusantara, pernah menjadi bagian penting sistem konsumsi masyarakat Indonesia. Namun hari ini, tanaman tersebut justru lebih mapan sebagai pangan strategis di berbagai negara, sementara di negeri asalnya kian tersisih.Sejarah mencatat uwi telah menjadi komoditas pangan lintas kawasan sejak era Dinasti Liao hingga Dinasti Ming di China. Jalur perdagangan Selat Malaka berperan sebagai penghubung distribusi uwi di Asia, menandai posisinya dalam jaringan pangan regional selama berabad-abad.Di Indonesia, perubahan pola konsumsi masyarakat ke beras berlangsung secara masif. Pergeseran ini berdampak langsung pada umbi-umbian. Uwi yang sebelumnya dibudidayakan secara luas perlahan kehilangan ruang dan berubah status menjadi ta...
Uwi Disamakan dengan Ubi, Kekeliruan yang Menggerus Kedaulatan Pangan
EKBIS, Ragam

Uwi Disamakan dengan Ubi, Kekeliruan yang Menggerus Kedaulatan Pangan

MerahPutihGlobal.net - Penyamaan uwi dengan ubi jalar dinilai sebagai kekeliruan mendasar yang berdampak langsung pada data pangan nasional dan melemahkan posisi pangan lokal Indonesia dalam kebijakan strategis.Sejumlah peneliti pangan dan etnobotani menegaskan bahwa uwi bukan bagian dari ubi jalar. Secara ilmiah, uwi berasal dari genus Dioscorea famili Dioscoreaceae, sedangkan ubi jalar berasal dari genus Ipomoea famili Convolvulaceae. Keduanya tidak memiliki hubungan kekerabatan langsung meski sama-sama dikonsumsi sebagai sumber karbohidrat.Peneliti Pusat Riset Botani Terapan BRIN, Dr. Ervizal Amir, menyatakan bahwa kesalahan istilah ini telah lama berlangsung dan berulang di ruang publik.“Dalam banyak publikasi populer, uwi sering disederhanakan sebagai ubi, padahal itu keli...
Ari Askhara Kembali Jadi Dirut, Mengapa Humpuss Memilih Nama Ini?
EKBIS

Ari Askhara Kembali Jadi Dirut, Mengapa Humpuss Memilih Nama Ini?

merahputihglobal.net - Humpuss Maritim Internasional Tbk resmi mengangkat I Gusti Ngurah Askhara sebagai Direktur Utama melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa pada Rabu (14/1/2026). Keputusan ini menggantikan Tirta Hidayat dan sekaligus mengembalikan Ari Askhara ke jajaran elite manajemen perusahaan publik.Yang menarik, penunjukan ini terjadi di tengah kondisi industri maritim dan energi yang sedang menghadapi tekanan efisiensi, pendanaan, serta integrasi layanan. Artinya, keputusan Humpuss bukan sekadar pergantian jabatan rutin. Figur yang Tidak Asing di Pucuk Kekuasaan Secara faktual, Ari Askhara bukan nama baru di sektor transportasi nasional. Lulusan ekonomi Universitas Gadjah Mada periode 1990–1994 ini memulai kariernya di Bank Mandiri sejak 1994 hingga 2005.Tak berhen...
Negara Pilih Beras, Uwi Ditinggalkan dari Agenda Pangan
EKBIS, Ragam

Negara Pilih Beras, Uwi Ditinggalkan dari Agenda Pangan

MerahPutihGlobal.net — Sejarah kebijakan pangan Indonesia memperlihatkan pilihan negara yang konsisten mengutamakan beras, sementara uwi dan pangan lokal tersingkir dari agenda strategis nasional.Sejak awal kemerdekaan, pangan dibangun sebagai instrumen stabilitas dan legitimasi negara. Dalam kerangka itu, beras diposisikan sebagai makanan pokok nasional sekaligus simbol kemakmuran dan keberhasilan pembangunan.Pilihan tersebut membawa konsekuensi jangka panjang. Umbi-umbian seperti uwi (Dioscorea spp.), yang selama berabad-abad menopang kehidupan masyarakat Nusantara, tidak memperoleh tempat setara dalam kebijakan pangan nasional. Penjajahan dan Arah Awal Sistem Pangan Akar kebijakan beras-sentris dapat ditelusuri sejak masa penjajahan Belanda. Pemerintah penjajah menjadikan bera...