
MerahPutihGlobal.net — Komisi Pemberantasan Korupsi memasuki fase krusial penyidikan dugaan korupsi kuota haji tambahan 2023–2024. Ketua KPK Setyo Budiyanto memastikan penetapan tersangka dilakukan sebelum 2025 berakhir, sebagaimana disampaikannya seusai puncak Hakordia 2025 di Yogyakarta, Selasa (9/12/2025).
“Ya ditunggu saja,” ujar Setyo. Ia menegaskan penyidikan berjalan tanpa intervensi. “Semua berdasarkan alat bukti, dokumen,” kata dia.
Operasi Pembuktian hingga Arab Saudi
Awal Desember, KPK mengirim penyidik ke Arab Saudi untuk mengecek pemberian kuota tambahan dan fasilitas 2024. Tim menyambangi KBRI serta Kementerian Haji Saudi guna mendapatkan data lapangan yang komprehensif.
Setyo menyatakan laporan akhir belum diterima. “Saya belum monitor hasilnya seperti apa,” ujarnya. Semua temuan akan diproses sebelum tersangka diumumkan. “Ada saatnya diumumkan,” katanya.
Kerugian Negara dan Implikasi Kepemimpinan Publik
Penyidikan yang berjalan sejak Agustus 2025 ini memperkirakan kerugian negara melampaui Rp 1 triliun. Pokok perkara menyangkut pembagian tambahan 20 ribu kuota haji 2024 yang dibagi rata antara reguler dan khusus, meski aturan membatasi porsi khusus hanya 8 persen.
Kebijakan tersebut berdampak besar: 8.400 jemaah reguler dengan masa tunggu panjang batal berangkat. KPK menegaskan kasus ini akan diselesaikan secara transparan untuk menjaga kepercayaan publik terhadap tata kelola haji. (*)
