Tag: Terorisme

Sejak Penjajahan, Kurikulum Indonesia Tak Pernah Netral
Nasional

Sejak Penjajahan, Kurikulum Indonesia Tak Pernah Netral

MerahPutihGlobal.net - Sejarah pendidikan Indonesia memperlihatkan satu fakta konsisten: kurikulum tidak pernah berdiri netral. Sejak masa penjajahan hingga era globalisasi, kurikulum selalu disusun dalam relasi kekuasaan yang menentukan arah berpikir dan watak generasi bangsa.Pada masa penjajahan Belanda, pendidikan difungsikan sebagai alat administratif. Sekolah seperti HIS, MULO, dan AMS dirancang untuk mencetak tenaga pribumi kelas bawah guna menopang birokrasi penjajah. Akses pendidikan dibatasi, sementara isi kurikulum diarahkan untuk menjaga struktur sosial yang timpang.Sejarawan pendidikan H.A.R. Tilaar dalam Kekuasaan dan Pendidikan (2009) menegaskan bahwa pendidikan kolonial tidak pernah dimaksudkan untuk membangun bangsa jajahan. Kurikulum disusun untuk menjaga keberlang...
Ideologi Asing dan Pertaruhan Kedaulatan Berpikir Bangsa
Nasional

Ideologi Asing dan Pertaruhan Kedaulatan Berpikir Bangsa

MerahPutihGlobal.net — Ideologi asing dalam pendidikan tidak hadir sebagai doktrin politik yang kasatmata. Ia bekerja melalui cara berpikir, standar pengetahuan, dan ukuran tentang apa yang dianggap rasional, modern, serta bernilai. Proses ini berlangsung diam-diam, diterima sebagai kewajaran, dan jarang disadari publik.Sejumlah kajian pendidikan kritis menegaskan bahwa sekolah merupakan arena paling strategis bagi kerja ideologi. Pendidikan dimulai sejak usia dini, diulang setiap hari, dan membentuk kebiasaan berpikir jangka panjang. Di titik inilah ideologi bekerja paling efektif. Tanpa paksaan. Tanpa penolakan.Dalam teori hegemoni, pemikir Italia Antonio Gramsci menjelaskan bahwa dominasi paling kuat justru tercipta ketika nilai luar diterima sebagai akal sehat bersama. Ideologi...
Sekolah Jadi Medan Perebutan Ideologi Bangsa
Nasional

Sekolah Jadi Medan Perebutan Ideologi Bangsa

MerahPutihGlobal.net - Sejarah pendidikan Indonesia menunjukkan sekolah tidak pernah berdiri sebagai ruang netral, karena ruang kelas berulang kali menjadi jalur masuk ideologi asing yang memengaruhi pembentukan nalar generasi muda.Sekolah kerap dipahami sebagai institusi teknis yang bertugas mentransfer pengetahuan. Namun dalam kajian pendidikan kritis, pendidikan justru diposisikan sebagai arena strategis pembentukan nilai dan orientasi berpikir. Akademisi pendidikan asal Amerika Serikat, Henry A. Giroux, menegaskan pendidikan selalu berada dalam relasi kekuasaan dan tidak pernah bebas nilai, sebagaimana dijelaskan dalam bukunya Theory and Resistance in Education (2001). Jejak Penjajahan dalam Pendidikan Pada masa penjajahan Belanda, sistem pendidikan dirancang untuk melayani kepen...
Ideologi Non-Pancasila Masuk Sekolah, Negara Perkuat Benteng Ideologi
Nasional

Ideologi Non-Pancasila Masuk Sekolah, Negara Perkuat Benteng Ideologi

MerahPutihGlobal.net — Sejumlah riset akademik mengungkap paparan ideologi non-Pancasila di sekolah dan perguruan tinggi Indonesia, memicu kewaspadaan negara terhadap ketahanan ideologis generasi muda di tengah arus informasi global yang kian terbuka.Salah satu temuan berasal dari penelitian yang dipublikasikan dalam QIJIS: Qudus International Journal of Islamic Studies pada April 2024. Riset yang dilakukan peneliti IAIN Kudus itu melibatkan 1.167 siswa Madrasah Aliyah di Jawa Timur.Hasil penelitian menunjukkan 87,5 persen responden menyatakan mendukung Pancasila sebagai ideologi negara. Namun, 12,5 persen siswa terindikasi memiliki kecenderungan pada ideologi berbasis agama di luar Pancasila. Selain itu, 21 persen responden menunjukkan sikap intoleran terhadap perbedaan pandangan ...
Densus 88 Ungkap Ancaman Baru Kekerasan Digital Anak
Nasional

Densus 88 Ungkap Ancaman Baru Kekerasan Digital Anak

MerahPutihGlobal.net - Densus 88 Antiteror Polri mengungkap keterlibatan 70 anak di 19 provinsi dalam komunitas kekerasan bertema true crime di media sosial. Mayoritas anak yang terpapar berada pada rentang usia 11 hingga 18 tahun, menandai tantangan serius bagi ketahanan sosial dan perlindungan generasi muda Indonesia.Juru Bicara Densus 88 Kombes Pol Mayndra Eka menyatakan komunitas tersebut tidak dibentuk oleh tokoh, organisasi, maupun institusi tertentu. Kelompok-kelompok ini tumbuh sporadis seiring perkembangan ruang digital yang mempertemukan minat kekerasan, sensasionalisme media, dan jejaring digital lintas wilayah.“Beberapa grup yang terendus antara lain FTCI Film True Crime Indonesia, TCC Reborn, dan Anarko Libertarian,” ujar Mayndra dalam jumpa pers di Jakarta, Rabu (7/1/...