Tag: Deforestasi

Busyro Muqoddas: Reformasi Politik Kunci Selamatkan Lingkungan
Nasional

Busyro Muqoddas: Reformasi Politik Kunci Selamatkan Lingkungan

MerahPutihGlobal.net - Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, M. Busyro Muqoddas, menilai reformasi sistem politik sebagai kunci strategis untuk menyelamatkan lingkungan dan mencegah tragedi kemanusiaan akibat korupsi sumber daya alam (SDA). Dalam konferensi pers di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Jumat (19/12/2025), Busyro menegaskan bahwa kebijakan pembangunan yang koruptif telah menciptakan siklus kerusakan lingkungan dan penderitaan rakyat. “Korupsi sumber daya alam merupakan produk dari sistem politik yang memungkinkan kebijakan negara dibajak oleh kepentingan modal,” kata Busyro. Ia menilai pembiaran terhadap sistem politik yang cacat hanya akan melahirkan kebijakan publik yang destruktif.Koreksi Sistemik Busyro mendorong revisi Undang-Undang Partai Politik, Pemilu, dan Pilk...
Sawit Papua dan Ujian Kepemimpinan Prabowo
Nasional

Sawit Papua dan Ujian Kepemimpinan Prabowo

MerahPutihGlobal.net - Pernyataan Presiden Prabowo Subianto tentang pengembangan sawit di Papua menjadi ujian awal kepemimpinan nasionalnya dalam menyeimbangkan kemandirian energi dan perlindungan hutan.Dalam Rapat Percepatan Pembangunan Papua di Istana Negara, Senin (16/12/2025), Prabowo menegaskan Papua memiliki lahan luas untuk sawit, tebu, dan singkong sebagai penopang energi alternatif nasional.“Kita harus berani mandiri. Sawit, tebu, dan singkong adalah sumber energi yang bisa kita kembangkan secara besar-besaran,” ujar Prabowo.Kontroversi menguat karena publik kembali mengingat pernyataan Prabowo pada Musrenbangnas RPJMN 2025–2029, 30 Desember 2024, “Jangan takut dengan deforestasi. Kelapa sawit itu pohon.”Aktivis lingkungan menilai pernyataan tersebut berpotensi men...
Tuntaskan Warisan Inlander untuk Selamatkan Ekologi Bangsa
Nasional

Tuntaskan Warisan Inlander untuk Selamatkan Ekologi Bangsa

MerahPutihGlobal.net — Istilah “inlander” buatan penjajah Belanda sejak abad ke-19 tidak hanya merendahkan martabat bangsa, tetapi melemahkan klaim pribumi atas tanah dan hutan mereka. Pola ini, meski konteksnya berubah, masih terasa dalam kebijakan modern yang memberi akses luas kepada industri ekstraktif sementara masyarakat lokal tersisih. Kepentingan Nasional Terancam Kerusakan Ekologi Ketua Auriga Nusantara Timer Manurung memperingatkan bahwa kerusakan ekologis kini mengancam landasan pembangunan nasional. “Kerusakan lingkungannya sangat menghancurkan. Deforestasi meningkat signifikan… sungai tercemar, mangrove ditebang untuk area smelter, pesisir dan terumbu karang rusak,” ujarnya.Aktivis Rudi Putra menyebut pembukaan ekosistem terancam untuk sawit dan tambang sebagai ancaman s...
Indonesia Harus Bergerak Cepat: Deforestasi Kalimantan–Papua Mengancam Keamanan Nasional
Daerah, Nasional

Indonesia Harus Bergerak Cepat: Deforestasi Kalimantan–Papua Mengancam Keamanan Nasional

MerahPutihGlobal.net — Peringatan keras datang dari para peneliti setelah banjir bandang di Aceh, Sumut, dan Sumbar pada akhir November 2025 menewaskan 744 warga. Mereka menegaskan deforestasi di Kalimantan, Papua, dan Sulawesi berada pada level yang mengancam stabilitas ekologis sekaligus keamanan nasional. BNPB melaporkan 1,1 juta pengungsi dan puluhan jembatan terputus. Struktur hulu DAS terbukti rapuh setelah bertahun-tahun kehilangan hutan. Ketika hujan ekstrem datang, daerah tak mampu meredamnya. Data Auriga Nusantara dan FWI menunjukkan deforestasi melonjak menjadi 257.384 hektare pada 2023. Kalimantan menjadi pusat kehilangan hutan, Papua mengalami degradasi luas sejak 1990, dan Sulawesi kehilangan puluhan ribu hektare tutupan pohon sejak 2021.Ancaman langsung bagi pulau-pula...
Zulkifli Hasan Tegaskan Tak Bisa Dijadikan Kambing Hitam Banjir Sumatera
Daerah, Nasional

Zulkifli Hasan Tegaskan Tak Bisa Dijadikan Kambing Hitam Banjir Sumatera

MerahPutihGlobal.net — Mantan Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan menegaskan bahwa dirinya tidak bisa dijadikan kambing hitam atas banjir dan longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Klarifikasi itu ia sampaikan dalam podcast CURHAT BANG bersama Denny Sumargo dan dikutip Rabu (3/12/2025). “Kalau saya dikatakan Indonesia rusak karena Zulkifli Hasan, saya tersanjung. Begitu berkuasa kah saya?” ujarnya. Ia menolak narasi yang menyederhanakan kerusakan ekologis menjadi tanggung jawab satu figur. Ada struktur kebijakan dan pengawasan negara yang jauh lebih luas. Ia menjelaskan bahwa pembukaan lahan pada masanya dilakukan dalam konteks kebutuhan pangan nasional. Indonesia menghadapi tekanan impor dan membutuhkan perluasan ruang produksi. Keputusan itu, kata Zulhas, selalu me...
UGM: Deforestasi di Hulu DAS Jadi Ancaman Strategis Penyebab Banjir Bandang Sumatera
Daerah, Nasional

UGM: Deforestasi di Hulu DAS Jadi Ancaman Strategis Penyebab Banjir Bandang Sumatera

MerahPutihGlobal.net — Peneliti Hidrologi Hutan dan Konservasi DAS UGM, Hatma Suryatmojo, menegaskan bahwa banjir bandang yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat pada akhir November 2025 adalah peringatan keras bagi keamanan ekologis nasional. Dalam rilis resmi, Rabu (3/12/2025), ia menekankan bahwa akar persoalan berada pada deforestasi besar-besaran yang melemahkan kemampuan hulu DAS menyerap dan menahan air. Hatma menjabarkan bahwa hilangnya hutan selama tiga dekade terakhir telah mengubah lanskap di tiga provinsi tersebut. Aceh kehilangan lebih dari 700 ribu hektare hutan. Sumatera Utara tinggal mempertahankan sekitar 29 persen tutupan hutan pada 2020. Sumatera Barat kehilangan lebih dari 740 ribu hektare dalam dua dekade. “Kita sedang melihat konsekuensi dari runtuhnya ...
Banjir Sumatera Perkuat Sorotan ke Sawit: Ahli Tegaskan Fungsi Hutan Tidak Bisa Diganti
Daerah, Nasional

Banjir Sumatera Perkuat Sorotan ke Sawit: Ahli Tegaskan Fungsi Hutan Tidak Bisa Diganti

MerahPutihGlobal.net — Banjir bandang di Sumatera Bagian Utara pada akhir November 2025 kembali menyulut perdebatan tentang peran sawit dalam deforestasi. Kritikan menguat setelah Presiden Prabowo Subianto dalam Musrenbang 30 Desember 2024 mempertanyakan keterkaitan sawit dan deforestasi. “Namanya kelapa sawit ya pohon,” ujarnya. Menurut para ahli, sawit tidak dapat menggantikan fungsi hutan alam. Wong Ee Lynn, penulis National Geographic Indonesia, menjelaskan bahwa hutan memiliki keragaman hayati yang menjaga keseimbangan ekologis. “Perkebunan monokultur harus menggunakan herbisida, insektisida, dan pupuk sintetis dalam jumlah besar,” tulisnya. Ketergantungan kimia itu menyebabkan tanah kehilangan kesuburannya. Hilangnya tanaman penutup meningkatkan erosi dan menurunkan kemampuan tanah...