Sawit Papua dan Ujian Kepemimpinan Prabowo

MerahPutihGlobal.net – Pernyataan Presiden Prabowo Subianto tentang pengembangan sawit di Papua menjadi ujian awal kepemimpinan nasionalnya dalam menyeimbangkan kemandirian energi dan perlindungan hutan.

Dalam Rapat Percepatan Pembangunan Papua di Istana Negara, Senin (16/12/2025), Prabowo menegaskan Papua memiliki lahan luas untuk sawit, tebu, dan singkong sebagai penopang energi alternatif nasional.

Kita harus berani mandiri. Sawit, tebu, dan singkong adalah sumber energi yang bisa kita kembangkan secara besar-besaran,” ujar Prabowo.

Kontroversi menguat karena publik kembali mengingat pernyataan Prabowo pada Musrenbangnas RPJMN 2025–2029, 30 Desember 2024, “Jangan takut dengan deforestasi. Kelapa sawit itu pohon.

Aktivis lingkungan menilai pernyataan tersebut berpotensi menjadi legitimasi politik bagi pembukaan hutan di Papua. WALHI menegaskan sawit tidak memiliki fungsi ekologis setara hutan alam.

Pakar kehutanan Universitas Gadjah Mada mengingatkan bahwa kebijakan di Papua akan berdampak jangka panjang terhadap keanekaragaman hayati dan keberlangsungan masyarakat adat.

Pendukung sawit menilai kebijakan ini mencerminkan keberanian politik untuk membangun kemandirian energi dan membuka peluang ekonomi di wilayah timur Indonesia.

READ  Indonesia Panen 91 Emas di SEA Games 2025, Prabowo Apresiasi Perjuangan Atlet

Pro dan kontra ini memperlihatkan satu hal: kebijakan sawit di Papua bukan sekadar soal komoditas, melainkan cerminan arah kepemimpinan nasional ke depan.***