Tag: Dedi Mulyadi

Guru BK SMKN 2 Garut Akui Salah usai Potong Rambut Siswi
Daerah

Guru BK SMKN 2 Garut Akui Salah usai Potong Rambut Siswi

Merah Putih Global - Guru Bimbingan Konseling atau BK SMKN 2 Garut mengakui kesalahan setelah aksi pemotongan rambut terhadap 18 siswi memicu polemik dan viral di media sosial. Pengakuan itu disampaikan saat Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memanggil pihak sekolah dan para siswa untuk dimintai penjelasan.Kasus ini menjadi perhatian publik karena tindakan razia dilakukan secara langsung menggunakan gunting, termasuk kepada siswi berhijab yang rambutnya tetap diperiksa dan dipotong.Guru BK tersebut mengaku tindakannya dilatarbelakangi keresahan terhadap penampilan siswa yang dinilai terlalu berlebihan.“Keresahan kami tentang penampilan siswi. Anak-anak laki-laki merasa resah karena rambut siswi-siswinya berwarna,” ungkap guru BK dalam dialog bersama Dedi Mulyadi. Razia Rambut di...
Dedi Mulyadi Tanggapi Kasus Guru SMKN 2 Garut Potong Rambut Siswi
Daerah

Dedi Mulyadi Tanggapi Kasus Guru SMKN 2 Garut Potong Rambut Siswi

Merah Putih Global - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi turun langsung menangani kasus pemotongan rambut 18 siswi SMKN 2 Garut yang viral di media sosial. Kasus ini menjadi perhatian setelah aksi razia oleh guru Bimbingan Konseling atau BK dinilai memicu trauma psikologis pada sejumlah siswa.Dedi Mulyadi mengaku telah bertemu dengan orang tua siswa dan para siswi yang menjadi korban pemotongan rambut secara paksa. Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga mengambil langkah awal dengan memfasilitasi perbaikan rambut para siswa di salon.“Anak-anaknya sudah merapikan rambutnya di salon, kemarin sudah saya kirim mereka ke salon untuk merapikan rambutnya,” kata Dedi Mulyadi, Kamis (7/5/2026). Dedi Mulyadi Soroti Alasan Guru BK SMKN 2 Garut Dalam pertemuan tersebut, Dedi menghadirkan guru BK y...
Perbandingan Jalan Kalbar Disorot, Krisantus Singgung Ketimpangan Anggaran
Daerah

Perbandingan Jalan Kalbar Disorot, Krisantus Singgung Ketimpangan Anggaran

Bahasa Kita - Perbandingan kondisi jalan rusak Kalimantan Barat dengan Jawa Barat yang viral di media sosial memicu respons tegas dari Wakil Gubernur Krisantus Kurniawan. Ia menilai narasi tersebut tidak tepat karena mengabaikan perbedaan luas wilayah dan kapasitas anggaran antarprovinsi.Pernyataan itu disampaikan saat Musrenbang di Pendopo Bupati Sintang, menyusul beredarnya video keluhan warga terkait jalan rusak di Bedayan, Kecamatan Sepauk. Dalam video itu, kondisi jalan rusak Kalimantan Barat dibandingkan langsung dengan infrastruktur di Jawa Barat.Krisantus mengaku telah menonton video tersebut. Namun menurutnya, perbandingan tanpa konteks berpotensi menyesatkan persepsi publik terhadap kondisi riil pembangunan di daerah. Perbedaan Skala Wilayah dan Anggaran Dalam penjelasa...