
MerahPutihGlobal.net – Indonesia mencetak prestasi strategis dengan finis kedua pada SEA Games 2025, mengoleksi 91 emas dan total 333 medali. Raihan ini menjadi yang terbaik dalam 30 tahun terakhir dan menegaskan kekuatan olahraga nasional di kawasan.
Di balik capaian tersebut, sejumlah fakta lapangan menunjukkan perlunya evaluasi dukungan negara terhadap atlet.
Negara dan Pengorbanan Atlet
Atlet jetski Aero Sutan Aswar meraih emas endurance open tanpa dukungan dana pelatnas dan menggunakan jetski sewaan yang dibiayai secara pribadi. Atlet balap sepeda Rendy Varera Sanjaya menjual mobil demi membeli sepeda kompetisi dan menyumbang dua emas serta satu perak.
Manajer kickboxing Rosi Nurasjati juga berangkat secara mandiri akibat persoalan administratif dengan WAKO. Meski demikian, kickboxing Indonesia tetap mempersembahkan enam medali.

Komitmen Kepemimpinan
Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen penghargaan bagi atlet dengan mengutip prinsip sabdo pandito ratu, bahwa janji pemimpin harus ditepati. Pada saat yang sama, sorotan publik mengarah kepada Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir terkait penguatan sistem pembinaan.
Prestasi telah diraih. Tantangan berikutnya adalah memastikan negara hadir penuh agar prestasi tidak lagi bergantung pada pengorbanan personal atlet.***
