Negara Luncurkan Buku Sejarah Baru, Akademisi Waspadai Narasi Tunggal

MerahPutihGlobal.net – Negara melalui Kementerian Kebudayaan meluncurkan buku penulisan ulang sejarah Indonesia dalam 10 jilid pada Minggu (14/12/2025) di Jakarta, bertepatan dengan Hari Sejarah Nasional. Proyek yang digagas Menteri Kebudayaan Fadli Zon ini disebut sebagai upaya pembaruan narasi sejarah berbasis riset mutakhir.

Buku sejarah nasional tersebut disusun oleh lebih dari 120 penulis dan editor dari berbagai perguruan tinggi serta lembaga riset. Pemerintah menegaskan publikasi ini tidak dimaksudkan sebagai buku teks tunggal, melainkan sebagai referensi akademik nasional.

Sejarah tidak boleh dogmatis. Negara tidak mengatur narasi, yang bekerja adalah para sejarawan dan akademisi,” kata Fadli Zon saat peluncuran, Minggu (14/12/2025).

Peringatan dari Kampus

Sejumlah akademisi mengingatkan agar proyek sejarah nasional tidak berubah menjadi narasi tunggal negara. Sejarawan Universitas Nasional Andi Achdian menilai sejarah resmi kerap digunakan sebagai instrumen legitimasi. “Sejarah resmi biasanya lahir di negara-negara otoriter,” ujarnya dalam pernyataan, Mei 2025.

Akademisi juga menuntut transparansi metodologi dan ruang kritik publik, terutama terkait periode sensitif sejarah Indonesia. Pemerintah menyatakan kritik tersebut menjadi bagian dari kontrol akademik dan menegaskan buku sejarah ini terbuka untuk pembaruan.***

READ  Kedaulatan TIK Terancam: Skandal Mark-up Chromebook Rugikan Negara Triliunan