
Merah Putih Global – Kerugian kebakaran Indomaret di Desa Pelalo, Kecamatan Sindang Kelingi, Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu, ditaksir mencapai sekitar Rp100 juta. Kebakaran yang terjadi pada Selasa dini hari, 31 Maret 2026, menghanguskan sebagian besar isi toko dan menghentikan operasional gerai secara total.
Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 01.00 WIB. Api dengan cepat membesar setelah muncul dari bagian atas bangunan. Dalam waktu singkat, sejumlah barang dagangan di dalam toko dilaporkan ludes terbakar.
Nilai Kerugian dan Barang yang Terdampak
Kerugian kebakaran Indomaret ini terutama berasal dari rusaknya barang dagangan dan fasilitas toko. Produk kemasan, peralatan pendingin, serta perlengkapan operasional menjadi bagian yang paling terdampak.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Rejang Lebong, Andi Ferdian, menyebut nilai kerugian masih bersifat estimasi awal. Namun, angka tersebut sudah menggambarkan skala kerusakan yang terjadi.
“Tidak ada korban jiwa maupun luka-luka, namun kerugian diperkirakan sekitar Rp100 juta,” ujarnya.
Dalam praktiknya, kerugian pada toko ritel tidak hanya mencakup barang yang terbakar, tetapi juga kerusakan pada struktur bangunan dan instalasi di dalamnya.
Proses Penanganan Setelah Api Dipadamkan
Setelah api berhasil dikendalikan sekitar pukul 02.30 WIB, petugas melakukan pemeriksaan menyeluruh untuk memastikan tidak ada titik api tersisa. Area kemudian dinyatakan aman.
Langkah berikutnya adalah pendataan kerusakan yang dilakukan oleh pihak terkait. Pendataan ini mencakup inventaris barang, kondisi bangunan, serta kemungkinan kerusakan pada sistem kelistrikan.
Di sisi lain, aparat kepolisian juga melakukan penyelidikan awal untuk mengidentifikasi penyebab kebakaran. Dugaan sementara mengarah pada korsleting listrik di dalam toko.
“Dugaan sementara penyebab kebakaran adalah korsleting listrik,” kata Andi Ferdian.
Dampak Operasional dan Aktivitas Ekonomi
Kebakaran ini menyebabkan operasional gerai berhenti total. Aktivitas jual beli yang biasa berlangsung di lokasi tersebut tidak dapat dilakukan untuk sementara waktu.
Indomaret Puncak Pelalo sebelumnya dikenal sebagai salah satu titik singgah di jalur Curup–Lubuklinggau. Selain berbelanja, pengunjung juga memanfaatkan lokasi ini untuk beristirahat.
Dengan berhentinya operasional, fungsi tersebut ikut terhenti. Hal ini berdampak pada arus aktivitas masyarakat yang biasa bergantung pada keberadaan toko tersebut.
Dalam konteks ekonomi lokal, gangguan operasional juga berpotensi memengaruhi perputaran transaksi harian di area sekitar.
Langkah Lanjutan dan Imbauan
Pihak berwenang masih melanjutkan proses pendataan dan penanganan pascakebakaran. Fokus utama saat ini adalah memastikan penyebab pasti serta menilai tingkat kerusakan secara detail.
Selain itu, imbauan kepada pelaku usaha kembali disampaikan terkait pentingnya pemeriksaan instalasi listrik secara berkala. Hal ini bertujuan untuk mengurangi risiko kejadian serupa.
Pada praktiknya, penggunaan perangkat elektronik yang intensif memerlukan pengawasan lebih ketat terhadap sistem kelistrikan.
Hingga berita ini disusun, lokasi kebakaran masih dalam proses penanganan lanjutan oleh pihak terkait.
