
merahputihglobal.net – ASB Classic 2026 belum memberi cerita manis bagi Janice Tjen. Baru memulai musim, petenis putri Indonesia itu langsung dihadapkan pada pertandingan panjang yang menguras fisik sekaligus konsentrasi, sebelum akhirnya harus angkat koper dari Auckland.
Laga Panjang yang Berakhir Lebih Cepat
Janice Tjen tersingkir di babak pertama turnamen WTA 250 tersebut setelah kalah dari petenis Inggris, Sonay Kartal, Selasa (6/1). Skor akhir 1-6, 7-6 (7-4), 6-3 menutup duel berdurasi 146 menit di Manuka Doctor Arena.
Yang jadi sorotan, set pertama berjalan jauh dari ekspektasi. Janice yang berstatus unggulan keenam terlihat kesulitan keluar dari tekanan sejak awal. Dalam waktu 37 menit, Kartal mengamankan set pembuka dengan skor telak 6-1.
Kebangkitan Singkat di Set Kedua
Namun di luar dugaan, Janice tidak langsung menyerah. Pada set kedua, ritme permainan berubah. Reli lebih panjang, tempo lebih sabar. Pertandingan berjalan ketat hingga skor 6-6.
Pada saat yang sama, Janice tampil lebih tenang di tie break. Ia menutup fase tersebut dengan kemenangan 7-4 dalam 68 menit. Skor imbang 1-1 membuat harapan terbuka, sekaligus mengubah atmosfer laga.
Momentum yang Lepas di Saat Krusial
Sayangnya, momentum itu tidak bertahan lama. Memasuki set ketiga, Kartal kembali tampil solid. Petenis nonunggulan itu unggul cepat 4-1 dan menjaga jarak hingga akhir set.
Janice sempat memperkecil skor menjadi 3-5. Namun pada kenyataannya, Kartal mampu menutup pertandingan dengan kemenangan 6-3 dalam 41 menit. Imbasnya, langkah Janice di nomor tunggal putri ASB Classic 2026 harus terhenti lebih awal.
Turnamen Pembuka dengan Beban Ekspektasi
ASB Classic 2026 bukan sekadar turnamen biasa. Ajang WTA 250 yang berlangsung 5-11 Januari 2026 ini menjadi pembuka musim bagi Janice dan Aldila Sutjiadi.
Janice tampil di dua nomor, tunggal dan ganda putri. Sementara itu, Aldila hanya turun di ganda. Keduanya tidak berpasangan dan memilih jalur masing-masing sejak awal turnamen.
Yang patut dicatat, Janice datang ke Auckland dengan status unggulan keenam, hanya terpaut dua tingkat dari Alexandra Eala. Artinya, ekspektasi publik sudah hadir sejak bola pertama dipukul.

Di Balik Kekalahan, Ada Modal Besar
Di balik hasil di lapangan, Janice membawa bekal kuat dari 2025. Ia mengoleksi dua medali emas SEA Games dari nomor ganda putri dan beregu putri, serta satu medali perunggu. Sebelumnya, ia juga menjuarai turnamen WTA 250 dan menembus peringkat 50-an dunia.
“Prestasi dan penghargaan ini akan menjadi modal saya untuk mengikuti turnamen berikutnya dan bisa berprestasi,” kata Janice dalam keterangan resmi Kemenpora, Rabu (31/10/2025)
PP Pelti sudah menyiapkan peta jalan jangka panjang. Training Camp akan dimulai sejak awal 2026 sebagai persiapan Asian Games dan Olimpiade 2028.
“Saya menargetkan Janice (tembus) 30 dunia di 2026,” kata Nurdin Halid.
