
merahputihglobal.net – Kolaborasi Janice Tjen dan Alexandra Eala di Abu Dhabi Open 2026 menghadirkan narasi berbeda di tengah dominasi pasangan mapan Eropa dan Amerika. Bukan sekadar eksperimen, duet Asia Tenggara ini muncul sebagai penanda perubahan peta persaingan sektor ganda putri. Di level WTA 500, kemunculan mereka menjadi sorotan tersendiri sejak undian diumumkan.
Abu Dhabi Open 2026 digelar pada 31 Januari hingga 7 Februari 2026 di Zayed Sports City International Tennis Centre. Janice Tjen dan Alexandra Eala turun bersama pada nomor ganda putri, memulai langkah dari babak 16 besar. Keduanya dikenal sebagai rising star Asia Tenggara yang sama-sama menembus jajaran 55 besar dunia di sektor tunggal—modal yang jarang dimiliki pasangan non-unggulan.
Duet Asia Tenggara dengan Modal Berbeda
Dalam praktiknya, Tjen dan Eala membawa karakter permainan yang saling melengkapi. Janice hadir dengan pengalaman tekanan di level Grand Slam, sementara Eala memiliki rekam jejak stabil sebagai juara SEA Games tunggal putri dan debutan WTA 500 sejak edisi Abu Dhabi Open 2024.
Yang menarik, Abu Dhabi Open 2026 menjadi titik temu penting bagi keduanya. Bagi Janice, ini merupakan penampilan perdana di level WTA 500, sementara bagi Eala, turnamen ini menyimpan memori awal kiprah di kelas yang sama. Pada sisi yang sama, keduanya datang tanpa status unggulan—memberi ruang bermain lebih lepas.
Tantangan Langsung dari Nama Besar
Laga pembuka langsung menghadapkan Janice/Eala dengan pasangan Leylah Fernandez/Kristina Mladenovic. Secara pengalaman, Mladenovic menjadi figur paling menonjol. Petenis 32 tahun itu merupakan mantan petenis nomor satu dunia sektor ganda, dengan koleksi dua gelar Australian Open dan empat gelar French Open atau Roland Garros.
Namun pada kenyataannya, Janice memiliki catatan psikologis tersendiri. Di Australian Open 2026, ia berhasil mengalahkan Fernandez dalam straight set, 6-2, 7-6. Meski konteksnya berbeda—tunggal versus ganda—hasil tersebut memberi referensi kepercayaan diri.
Status Non-Unggulan dan Ruang Kejutan
Baik Janice/Eala maupun Fernandez/Mladenovic tidak berstatus unggulan. Artinya, jalur pertandingan masih terbuka dan peluang kejutan tetap lebar. Di lapangan, faktor komunikasi, penempatan bola, dan respons cepat di depan net akan menjadi pembeda utama.
Jika mampu melewati rintangan pertama, Janice/Eala akan bertemu pemenang laga antara Lyudmyla Kichenok/Nadiia Kichenok dan Cristina Bucsa/Zhang Shuai yang merupakan unggulan kedua. Dampaknya, setiap kemenangan awal akan memiliki bobot berlipat.
Kehadiran Janice Tjen dan Alexandra Eala di sektor ganda Abu Dhabi Open 2026 bukan hanya tentang hasil pertandingan. Ia menjadi sinyal bahwa Asia Tenggara mulai menempatkan diri secara lebih serius dalam lanskap ganda putri WTA.
