
MerahPutihGlobal.net – Peringatan Haul ke-16 Presiden RI ke-4 KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur digelar pada Sabtu malam, 20 Desember 2025, di Ciganjur, Jakarta Selatan, dengan tema “Dari Rakyat, Oleh Rakyat, dan Untuk Rakyat”.
Ketua Panitia Haul, Alissa Qatrunnada Wahid, menegaskan bahwa tema tersebut merupakan pengingat strategis atas arah kepemimpinan nasional. Gus Dur, menurutnya, menjadikan kedaulatan rakyat dan kedaulatan sipil sebagai garis kepemimpinan yang tidak bisa ditawar. Pernyataan itu disampaikan Alissa dalam siaran pers, Kamis, 18 Desember 2025.
“Kenapa kita angkat tema ini? Karena Gus Dur sepanjang hidupnya memperjuangkan kedaulatan rakyat, kedaulatan sipil,” kata Alissa.
Rakyat sebagai Poros Negara
Alissa menyatakan bahwa demokrasi tidak boleh direduksi menjadi sekadar distribusi kebijakan. Demokrasi, katanya, menuntut keterlibatan rakyat sebagai subjek utama negara.
“Dalam konsep demokrasi, untuk rakyat itu artinya melibatkan rakyat,” ujarnya. Ia menegaskan bahwa rakyat tidak boleh diperlakukan hanya sebagai penerima bantuan atau pelengkap kepentingan ekonomi.
Alarm Kepemimpinan
Alissa juga mengingatkan adanya gejala melemahnya semangat demokrasi di kalangan penyelenggara negara dan aktor politik. Situasi ini, menurutnya, harus dibaca sebagai alarm kepemimpinan nasional.
“Ini suatu alarm buat kita semua,” ujarnya.
Haul ke-16 Gus Dur akan berlangsung pukul 20.00–23.00 WIB dan dihadiri Nyai Shinta Nuriyah Wahid, Mahfud MD, KH Ahmad Mustofa Bisri, KH Ubaidullah Sodaqoh, serta tokoh lintas agama dan seniman.***
