
Merah Putih Global – Bank Jakarta menyalurkan bantuan pelatihan disabilitas kepada Yayasan Solidaritas Difabel Indonesia (YaSDI) dalam rangka HUT ke-65 perusahaan, dengan tujuan memperkuat keterampilan dan kemandirian ekonomi penyandang disabilitas.
Penyaluran bantuan dilakukan oleh Direktur Kepatuhan Bank Jakarta, Ateng Rivai, kepada Ketua Pembina YaSDI, Suti Karno. Bantuan ini diarahkan untuk mendukung sarana dan program pelatihan bagi para peserta binaan yayasan tersebut.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam menghadirkan manfaat sosial yang lebih luas. Tidak hanya bersifat seremonial, perayaan ulang tahun Bank Jakarta diarahkan pada kegiatan yang memberi dampak langsung kepada masyarakat, khususnya kelompok rentan.
Arah Bantuan pada Penguatan Keterampilan
Fokus utama bantuan pelatihan disabilitas ini terletak pada peningkatan kapasitas individu melalui pelatihan yang terarah. Dalam praktiknya, dukungan tersebut mencakup penguatan sarana pelatihan yang selama ini menjadi kebutuhan dasar bagi program pemberdayaan.
Ateng Rivai menyebut, akses terhadap pelatihan menjadi kunci bagi penyandang disabilitas untuk memasuki dunia kerja secara lebih kompetitif.
“Dukungan ini merupakan bentuk kepedulian kami terhadap sahabat disabilitas agar memiliki akses yang lebih baik terhadap pelatihan, keterampilan, dan peluang untuk mandiri,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Sabtu, 25 April 2026.
Dalam konteks ini, bantuan tidak berhenti pada penyaluran dana atau fasilitas. Namun, diarahkan untuk membuka akses yang lebih luas terhadap proses belajar dan pengembangan diri.
Peran Pelatihan dalam Kemandirian Ekonomi
Pelatihan menjadi instrumen utama dalam mendorong kemandirian ekonomi penyandang disabilitas. Dengan keterampilan yang relevan, peserta diharapkan mampu meningkatkan daya saing di pasar kerja.
Secara faktual, YaSDI telah menjalankan berbagai program pelatihan kerja dan kegiatan sosial yang melibatkan para penyandang disabilitas. Bantuan dari Bank Jakarta memperkuat kapasitas program tersebut, terutama dalam penyediaan fasilitas dan dukungan teknis.

Di sisi lain, kolaborasi antara lembaga keuangan dan organisasi sosial menunjukkan pendekatan yang terintegrasi dalam pemberdayaan. Bank Jakarta menempatkan kerja sama ini sebagai bagian dari komitmen jangka panjang terhadap inklusi sosial.
Respons Yayasan dan Penerima Manfaat
Suti Karno menyampaikan bahwa bantuan ini memberikan dorongan nyata bagi pengembangan program yang sedang berjalan. Ia menilai dukungan tersebut berdampak langsung pada peningkatan kualitas pelatihan.
“Bantuan ini sangat berarti untuk mendukung sarana pelatihan dan memperkuat program pemberdayaan yang kami jalankan bagi sahabat disabilitas,” ujarnya.
Yang jadi sorotan, antusiasme juga datang dari para peserta binaan. Mereka menyambut bantuan ini sebagai peluang untuk mengakses pelatihan yang lebih memadai.
Pada saat yang sama, keberadaan YaSDI sebagai lembaga yang fokus pada pemberdayaan disabilitas memperkuat efektivitas distribusi bantuan. Yayasan ini telah aktif membangun lingkungan inklusif melalui pelatihan dan kegiatan sosial.
Sekretaris Perusahaan Bank Jakarta, Arie Rinaldi, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian HUT perusahaan yang menitikberatkan pada kolaborasi dan pemberdayaan masyarakat.
“Kegiatan sosial ini menjadi salah satu rangkaian perayaan HUT Bank Jakarta yang menitikberatkan pada kepedulian, kolaborasi, dan pemberdayaan masyarakat,” kata dia.
