
Merah Putih Global – Perayaan HUT ke-27 Kota Depok menyoroti pentingnya partisipasi warga sebagai faktor utama dalam pembangunan kota, tidak hanya bergantung pada infrastruktur fisik semata.
Pesan ini mengemuka dalam Rapat Paripurna Istimewa DPRD Kota Depok pada Kamis, 23 April 2026. Ketua DPRD Kota Depok, Ade Supriyatna, menegaskan bahwa kemajuan kota tidak bisa dilepaskan dari keterlibatan aktif masyarakat dalam berbagai aspek pembangunan.
Menurutnya, partisipasi warga menjadi elemen kunci yang menentukan arah dan keberhasilan pembangunan yang berkelanjutan.
Peran Warga dalam Menggerakkan Pembangunan
Ade Supriyatna menyebut bahwa pembangunan kota tidak hanya ditentukan oleh kebijakan pemerintah atau proyek fisik. Dalam praktiknya, kontribusi warga menjadi penggerak utama yang sering kali menentukan efektivitas program di lapangan.
“Partisipasi aktif dari masyarakat adalah motor penggerak utama dalam membangun kota yang maju dan nyaman,” ujarnya.
Hal ini terlihat dari berbagai persoalan yang membutuhkan keterlibatan langsung masyarakat. Salah satu contoh yang disoroti adalah pengelolaan sampah, yang hingga kini masih menjadi tantangan di Kota Depok.
Dalam konteks tersebut, Ade menekankan pentingnya langkah sederhana yang bisa dilakukan warga, seperti memilah sampah dari rumah. Menurutnya, tindakan kecil tersebut memiliki dampak langsung terhadap kondisi lingkungan secara keseluruhan.
“Kolaborasi warga sangat dibutuhkan, salah satunya dalam merawat lingkungan sekitar,” katanya.
Di sisi lain, partisipasi ini tidak hanya terbatas pada isu lingkungan. Warga juga diharapkan terlibat dalam berbagai program pembangunan lainnya, termasuk dalam menjaga fasilitas publik dan mendukung kebijakan pemerintah daerah.

Keterlibatan Warga dalam Skema Kolaborasi Lebih Luas
Selain peran individu, Ade juga menekankan pentingnya kerja sama lintas wilayah dalam mempercepat pembangunan. Pemerintah Kota Depok didorong untuk memperkuat kolaborasi dengan daerah sekitar seperti Jakarta dan Provinsi Jawa Barat.
Menurutnya, kerja sama ini akan menciptakan keselarasan dalam pelayanan publik dan pembangunan kawasan aglomerasi.
“Kolaborasi dengan wilayah lain akan memastikan pelayanan publik dan pembangunan wilayah aglomerasi dapat berjalan selaras,” tuturnya.
Pada saat yang sama, Wakil Ketua DPRD Kota Depok, Yuni Indriany, menyoroti pentingnya keseimbangan dalam pembangunan. Ia menilai, perubahan fisik kota harus diiringi dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia dan tata kelola pemerintahan.
“Pembangunan tidak hanya berfokus pada infrastruktur, tetapi juga peningkatan kualitas sumber daya manusia dan pelayanan publik,” ungkapnya.
Yang jadi sorotan, konsep “Super Team” yang melibatkan pemerintah, DPRD, dan masyarakat disebut sebagai kunci keberhasilan pembangunan kota. Sinergi ketiga elemen ini dinilai mampu memastikan program berjalan efektif dan dirasakan langsung manfaatnya oleh warga.
Dalam perkembangan selanjutnya, keterlibatan masyarakat dipandang sebagai faktor yang tidak terpisahkan dari upaya menjadikan Depok sebagai kota yang inklusif, nyaman, dan berdaya saing.
