Penulis: Reza F

Negara Tegaskan Batas Ujaran Kebencian Digital
Ragam

Negara Tegaskan Batas Ujaran Kebencian Digital

MerahPutihGlobal.net - Penindakan terhadap pemilik akun media sosial Resbob menegaskan sikap negara dalam menjaga keutuhan sosial dan nilai kebhinnekaan di ruang digital Indonesia. Resbob diamankan aparat setelah konten siaran langsung di akun media sosialnya dinilai mengandung ujaran kebencian terhadap kelompok suku tertentu. Aparat menjeratnya dengan pasal ujaran kebencian dalam Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). Indonesia dengan lebih dari 221 juta pengguna internet dan sekitar 140 juta akun aktif media sosial menghadapi tantangan serius dalam menjaga ruang publik digital yang beradab dan berkeadilan. Riset AJI Indonesia dan Monash Data & Democracy Research Hub selama Pemilu 2024 mencatat sekitar 13,82 persen percakapan media sosial mengandung ujaran...
Ciptagelar Tegaskan Kepemimpinan Abah sebagai Penjaga Kearifan Nusantara
Nasional, Ragam

Ciptagelar Tegaskan Kepemimpinan Abah sebagai Penjaga Kearifan Nusantara

MerahPutihGlobal.net—Komunitas adat Ciptagelar menegaskan kembali keteguhan mereka mempertahankan kepemimpinan Abah dan Rorokan sebagai benteng nilai Nusantara. Struktur adat ini menjadi simbol kemandirian, ketertiban sosial, dan kontinuitas budaya di tengah tekanan modernisasi. Akar sejarah Kasepuhan Gelar Alam berasal dari jejak kerajaan Prabu Siliwangi di Cipatat. Para pemuka adat mendirikan permukiman baru berdasarkan wangsit, yang kemudian berkembang menjadi tradisi ngalalakon—relokasi permukiman untuk memastikan keberlanjutan komunitas. “Wangsit adalah bagian dari kebo mulih pakandangan,” tutur para tetua, menegaskan pentingnya kembali pada ajaran leluhur. Uga sebagai Fondasi Kedaulatan Adat Uga merangkum pesan karuhun yang menjadi sumber hukum adat. Nilai ini menegaskan bahwa t...
Registrasi SIM Berbasis Wajah Jadi Langkah Strategis Indonesia Hadapi Ancaman Siber
Ragam

Registrasi SIM Berbasis Wajah Jadi Langkah Strategis Indonesia Hadapi Ancaman Siber

MerahPutihGlobal.net – Komdigi menargetkan registrasi SIM berbasis face recognition pada 2026 sebagai strategi memperkuat pertahanan identitas digital nasional. Langkah ini diambil setelah penyalahgunaan NIK dan penipuan online terus mengancam ruang digital Indonesia. Dirjen Ekosistem Digital, Edwin Hidayat Abdullah, menegaskan adanya masa transisi satu tahun. “Sekarang sifatnya masih sukarela,” ucapnya, 14/11/2025. Komdigi mencatat 315 juta kartu SIM aktif. Ketimpangan ini menjadi indikasi ancaman manipulasi identitas yang tidak bisa dibiarkan. Menteri Meutya Hafid menegaskan kewajiban KYC. “Per-NIK maksimal tiga nomor,” katanya, 15 Mei 2025. Aturan baru mewajibkan verifikasi wajah bagi pelanggan baru. Anak di bawah 17 tahun memakai biometrik kepala keluarga. Pelanggan lama aman tanpa...
Borobudur: Pilar Teknologi Nusantara yang Mampu Menjawab Tantangan Zaman
Ragam

Borobudur: Pilar Teknologi Nusantara yang Mampu Menjawab Tantangan Zaman

MerahPutihGlobal.net — Borobudur adalah pesan tegas dari leluhur Nusantara bahwa bangsa ini memiliki kapasitas teknik tinggi sejak berabad-abad lampau. Data Kemdikbud (2013) membuktikan bahwa bukit di lokasi candi dipahat untuk mendapatkan fondasi karang yang stabil—keputusan strategis dalam wilayah seismik. Dengan dua juta balok andesit berteknik interlock, Borobudur berdiri sebagai struktur tahan gempa yang menunjukkan kepemimpinan teknologi lokal. Relief 1.460 panel dan 504 arca mempresentasikan penguasaan visual yang jarang ditemui pada periode yang sama di kawasan lain. Sistem drainase internal menjadi tameng candi dari tekanan air tropis. Kawasan Progo–Elo memperkuat kestabilan hidrologi. “Borobudur berada dalam cekungan bejana,” kata Dwita Hadi Rahmi (UGM), menegaskan kecermatan g...
Gunung Padang dan Ketegasan Indonesia Menafsir Ulang Akar Peradabannya
Ragam

Gunung Padang dan Ketegasan Indonesia Menafsir Ulang Akar Peradabannya

MerahPutihGlobal.net — Menteri Kebudayaan Fadli Zon pada 11 Februari 2025 menyatakan bahwa Gunung Padang merupakan “salah satu peradaban tertua di dunia”. Pernyataan tegas ini diarahkan untuk memulihkan narasi sejarah Indonesia yang selama ini ditentukan oleh perspektif luar. Pada 20 Oktober 2025, Ketua Tim Peneliti Ali Akbar melaporkan temuan karbon di tiap teras yang sedang diuji laboratorium. Penggalian sejak Februari 2025 memperkuat struktur punden berundak yang menjadi ciri khas arsitektur leluhur Nusantara. Kritik ilmiah tetap muncul, termasuk penarikan makalah Archaeological Prospection (2024) dan catatan Lutfi Yondri mengenai penanggalan karbon. Namun pemerintah melihat riset sebagai arena verifikasi, bukan penghambat. “Dengan ilmu pengetahuan, rahasianya akan terungkap,” kata F...