
Merah Putih Global – Pemerintah Kota Bekasi menyiapkan rencana pembangunan underpass baru di Jalan Nonon Sonthanie, Duren Jaya, pada 2027. Proyek infrastruktur tersebut diproyeksikan menelan anggaran sebesar Rp150 miliar dan menjadi bagian dari upaya mengantisipasi perubahan sistem transportasi di wilayah Bekasi.
Rencana tersebut disampaikan Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Bekasi, Idi Susanto, pada Senin, 1 Juni 2026. Menurutnya, pembangunan underpass menjadi kebutuhan penting seiring perkembangan proyek perkeretaapian yang sedang berlangsung.
Pemkot Bekasi juga mulai menyiapkan langkah koordinasi dengan pemerintah pusat karena sebagian kewenangan pembangunan berada di tingkat kementerian.
Pemkot Bekasi Siapkan Pembangunan Underpass Baru
Idi Susanto menjelaskan pembangunan underpass di Jalan Nonon Sonthanie membutuhkan kerja sama dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Kementerian Perhubungan. Hal itu karena lahan yang akan digunakan berada di bawah kewenangan pemerintah pusat.
“Ini mengingat lahan untuk pembangunan underpass baru itu dimiliki Kementerian PU,” ujarnya.
Dalam konteks tersebut, Pemkot Bekasi akan membangun jalan pendekat atau akses penghubung menuju underpass. Infrastruktur tersebut menjadi tanggung jawab pemerintah daerah dan menjadi bagian penting dalam mendukung kelancaran proyek.
Sementara itu, konstruksi utama underpass akan diusulkan kepada pemerintah pusat. Menurut Idi, kewenangan pembangunan struktur underpass berada pada kementerian terkait.
Anggaran Rp150 Miliar Khusus untuk Konstruksi Underpass
Pemkot Bekasi memperkirakan kebutuhan anggaran pembangunan underpass mencapai Rp150 miliar. Anggaran tersebut difokuskan untuk pembangunan fisik underpass dan tidak mencakup pekerjaan lain di luar konstruksi utama.
Menurut Idi, nilai tersebut dihitung berdasarkan kebutuhan pembangunan yang direncanakan di kawasan Duren Jaya. Karena itu, proses koordinasi dengan pemerintah pusat menjadi tahapan penting sebelum proyek memasuki tahap pelaksanaan.
Selain itu, pemerintah daerah juga mulai mempersiapkan berbagai kebutuhan pendukung agar pembangunan dapat berjalan sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
Yang patut dicatat, proyek ini menjadi salah satu rencana infrastruktur strategis yang disiapkan Pemkot Bekasi dalam beberapa tahun terakhir untuk mengurangi potensi hambatan lalu lintas akibat perubahan sistem transportasi.
Proyek Ditargetkan Rampung Dalam Delapan Bulan
Jika seluruh proses perencanaan berjalan sesuai target, pembangunan underpass diperkirakan selesai dalam waktu tujuh hingga delapan bulan.
Menurut Idi, durasi tersebut merupakan estimasi untuk pekerjaan konstruksi utama. Dalam praktiknya, proses pembangunan akan menyesuaikan kondisi lapangan serta koordinasi dengan berbagai instansi terkait.
Meski begitu, pemerintah daerah optimistis proyek dapat berjalan sesuai jadwal apabila seluruh tahapan administrasi dan teknis dapat diselesaikan lebih awal.
Dengan adanya underpass baru, arus kendaraan di kawasan tersebut diharapkan tetap berjalan lancar ketika sistem perlintasan kereta mengalami perubahan pada masa mendatang.
Pembangunan underpass berkaitan erat dengan proyek double-double track (DDT) yang terus berlangsung. Menurut Idi, proyek tersebut akan meningkatkan intensitas perjalanan kereta sehingga seluruh perlintasan sebidang akan ditutup secara bertahap.
Akibatnya, kendaraan yang selama ini melintas melalui perlintasan sebidang membutuhkan jalur alternatif agar mobilitas masyarakat tidak terganggu.
Karena itu, Pemkot Bekasi menilai pembangunan underpass menjadi solusi yang perlu disiapkan sejak sekarang. Dengan adanya jalur bawah tanah tersebut, kendaraan dapat tetap melintas tanpa harus berpotongan langsung dengan jalur kereta api.
Faktanya, pemerintah daerah telah mengantisipasi kebutuhan tersebut sejak tiga hingga empat tahun lalu. Saat itu, Pemkot Bekasi mulai menyusun rencana pembangunan underpass maupun flyover sebagai bagian dari strategi menghadapi perubahan jaringan transportasi.
Selain itu, perencanaan jangka panjang tersebut juga bertujuan menjaga kelancaran konektivitas antarwilayah ketika proyek DDT beroperasi penuh di masa mendatang.
