
Merah Putih Global – Para pemimpin negara anggota ASEAN dijadwalkan menghadiri pertemuan tingkat tinggi dengan Presiden Rusia Vladimir Putin dalam KTT peringatan ASEAN-Rusia yang akan berlangsung di Kota Kazan pada 17–18 Juni 2026.
Pertemuan tersebut menjadi agenda penting dalam hubungan antara ASEAN dan Rusia. Selain membahas kerja sama yang telah berjalan, kedua pihak juga diperkirakan akan mengeksplorasi peluang kemitraan baru di tengah dinamika geopolitik global yang terus berkembang.
Informasi mengenai rencana pertemuan itu disampaikan Menteri Luar Negeri Filipina Theresa Lazaro setelah melakukan pembicaraan melalui sambungan telepon dengan Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov.
KTT ASEAN-Rusia Digelar di Kota Kazan
Kota Kazan akan menjadi tuan rumah pertemuan para pemimpin ASEAN dengan Presiden Vladimir Putin. Agenda tersebut merupakan bagian dari peringatan hubungan kemitraan antara Rusia dan ASEAN yang telah terjalin selama bertahun-tahun.
Dalam pembicaraan antara Theresa Lazaro dan Sergey Lavrov, kedua pejabat membahas berbagai persiapan menjelang penyelenggaraan KTT. Selain itu, mereka juga menyinggung peluang untuk memperluas kerja sama strategis di berbagai sektor.
Sementara itu, Kedutaan Besar Rusia di Manila menyatakan Moskow ingin memperkuat hubungan dengan ASEAN dalam berbagai bidang yang menjadi kepentingan bersama.
Pertemuan di Kazan dinilai sebagai bagian dari upaya Rusia memperdalam hubungan dengan negara-negara Asia Tenggara. Langkah tersebut berlangsung di tengah perubahan lanskap politik dan ekonomi internasional.
Meski sebagian besar anggota ASEAN sebelumnya mendukung resolusi Majelis Umum PBB yang mengecam invasi Rusia ke Ukraina pada 2022, hubungan dialog antara ASEAN dan Rusia tetap berjalan.
Dalam praktiknya, ASEAN masih melibatkan pejabat Rusia dalam berbagai forum dan pertemuan tingkat tinggi yang rutin digelar setiap tahun.
Di dalam ASEAN sendiri terdapat beragam pendekatan terhadap Rusia. Filipina, yang saat ini memegang presidensi bergilir ASEAN, dikenal memiliki hubungan dekat dengan Amerika Serikat.
Di sisi lain, sejumlah negara anggota ASEAN juga memiliki hubungan ekonomi dan keamanan yang kuat dengan Rusia maupun Tiongkok. Perbedaan kepentingan tersebut membuat pendekatan setiap negara terhadap Moskow tidak selalu sama.
Yang menarik, Vietnam dan Laos termasuk negara yang memilih abstain dalam pemungutan suara Perserikatan Bangsa-Bangsa terkait konflik Ukraina beberapa tahun lalu.
Kerja Sama Energi Jadi Salah Satu Faktor Penting
Selain hubungan diplomatik, kerja sama energi juga menjadi salah satu faktor yang memperkuat hubungan sejumlah negara ASEAN dengan Rusia.
Filipina, Indonesia, Thailand, dan Vietnam diketahui telah mengimpor minyak mentah dari Rusia. Beberapa negara tersebut juga menyatakan minat untuk meningkatkan pembelian energi setelah lonjakan harga global dalam beberapa waktu terakhir.
Karena itu, isu energi diperkirakan menjadi salah satu topik yang mendapat perhatian dalam hubungan ASEAN dan Rusia ke depan.
Seorang pejabat pemerintah Filipina menyebut Presiden Ferdinand Marcos Jr. diperkirakan akan menghadiri pertemuan tersebut. Namun, belum semua negara anggota memastikan kehadiran pemimpinnya.
Singapura, misalnya, belum memberikan kepastian mengenai partisipasi pemimpin negaranya. Sebelumnya, negara tersebut termasuk pihak yang mengecam invasi Rusia ke Ukraina dan menerapkan sanksi terhadap Moskow.
Sementara itu, pemimpin Myanmar kemungkinan besar tidak akan menghadiri KTT. ASEAN masih mempertahankan kebijakan yang membatasi kehadiran para pemimpin Myanmar dalam pertemuan tingkat tinggi, sembari terus mendorong pelaksanaan konsensus lima poin untuk menyelesaikan konflik yang berlangsung di negara tersebut.
