Kecelakaan Bus Anak Sekolah Minggu HKBP di Toba, 50 Korban Luka

Merah Putih Global – Anak Sekolah Minggu HKBP menjadi korban kecelakaan bus di Jalan Lintas Sumatera, Desa Jangga Dolok, Kabupaten Toba, Sumatera Utara, Jumat (1/5/2026) pagi, saat rombongan dalam perjalanan kegiatan sosial.

Peristiwa terjadi sekitar pukul 09.30 WIB ketika hujan deras mengguyur kawasan tersebut. Bus yang membawa rombongan dari Gereja HKBP Tanjung Seri, Batu Bara, itu tiba-tiba kehilangan kendali dan terjun ke jurang sedalam 15 meter.

Bus bernomor polisi AA 7188 QE yang dikemudikan Lastua Gultom (53) dilaporkan melaju dari arah Parapat menuju Laguboti. Rombongan tersebut diketahui hendak menyalurkan bantuan sembako ke Panti Hepata.

Kronologi Kecelakaan Bus Anak Sekolah Minggu HKBP

Kasi Humas Polres Toba, Ipda Khairudin Selian, menjelaskan kondisi cuaca menjadi faktor utama dalam kecelakaan ini. Jalan yang licin serta kabut tebal membuat jarak pandang terbatas.

Mobil hilang kendali karena jalan licin saat hujan dan langsung terjun ke jurang,” jelasnya.

Bus tersebut oleng saat melintasi turunan tajam. Dalam hitungan detik, kendaraan menabrak pembatas jalan sebelum akhirnya jatuh ke dasar jurang. Kedalaman jurang mencapai sekitar 15 meter.

READ  Polres Kapuas Hulu Siapkan Pengamanan Pilkades 2026 di 112 Desa

Di dalam bus terdapat 58 penumpang. Rinciannya terdiri dari 43 anak Sekolah Minggu dan 13 orang pendamping, termasuk sopir serta kenek.

Jumlah Korban dan Kondisi Penumpang

Meski tidak ada korban jiwa, kecelakaan ini menyebabkan puluhan penumpang mengalami luka. Data kepolisian mencatat sebanyak 50 orang mengalami luka-luka.

Sebanyak 43 korban dirawat di RSUD Porsea. Sementara itu, tujuh korban lainnya mendapatkan penanganan di RSU Parapat.

Di sisi lain, delapan penumpang dilaporkan selamat tanpa mengalami luka.

Dalam praktiknya, mayoritas korban mengalami luka ringan hingga sedang akibat benturan saat bus terjun ke jurang. Penanganan medis dilakukan secara bertahap sesuai kondisi masing-masing korban.

Respons Warga dan Proses Evakuasi di Lokasi

Suasana di lokasi kejadian sempat dipenuhi kepanikan. Jeritan anak-anak terdengar dari dasar jurang, disusul teriakan para pendamping yang meminta pertolongan.

Warga sekitar yang mendengar kejadian itu langsung bergerak. Mereka bersama pengendara yang melintas turun ke lokasi untuk membantu evakuasi.

Pada saat yang sama, petugas kepolisian tiba di lokasi dan mengambil alih penanganan. Proses evakuasi berlangsung dengan melibatkan aparat serta masyarakat setempat.

READ  Bantuan Korban Banjir Sumatera Dikebut, dari Kompensasi Rumah hingga Donasi Lintas Daerah

Kapolsek Lumban Julu AKP Nandi Butarbutar bersama Kanit Laka Aiptu Dia Siregar turut berada di lokasi untuk memastikan evakuasi berjalan lancar.

Tak hanya itu, petugas juga mengatur arus lalu lintas di sekitar lokasi kejadian. Kondisi jalan dilaporkan tetap bisa dilalui kendaraan dari kedua arah.

Sementara itu, sopir dan kenek bus telah diamankan oleh pihak kepolisian untuk keperluan pemeriksaan lebih lanjut.