
Merah Putih Global – Sebagian orang mengeluhkan perut begah, kembung hingga asam lambung naik setelah makan olahan daging saat Idul Adha. Kondisi tersebut sering dikaitkan dengan kambuhnya GERD.
Namun, dokter spesialis penyakit dalam konsultan gastroenterologi-hepatologi dari Mayapada Hospital Jakarta Selatan, dr Aru Ariyanto, SpPD-KGEH, menegaskan GERD tidak secara langsung disebabkan konsumsi daging.
Menurutnya, rasa tidak nyaman lebih berkaitan dengan proses pencernaan daging yang membutuhkan waktu lebih lama dibanding makanan lain.
Dalam praktiknya, konsumsi daging berlebihan membuat saluran cerna bekerja lebih berat sehingga memicu rasa penuh dan begah.
GERD Tidak Langsung Disebabkan Daging
dr Aru menjelaskan protein dari daging membutuhkan waktu lebih lama untuk dicerna tubuh.
“Kalau dari beberapa penelitian memperlihatkan konsumsi daging itu akan lama dicerna di lambung,” kata dr Aru seperti dikutip dari detik.com, Kamis (28/5).
Yang jadi sorotan, proses pengolahan protein daging memang lebih berat dibanding makanan lain seperti karbohidrat.
Akibatnya, tubuh memerlukan waktu lebih panjang untuk menyelesaikan proses pencernaan tersebut.
“Dari beberapa penelitian memperlihatkan butuh waktu sampai 5 jam untuk bisa daging itu dicerna di pencernaan,” ucap dia.
Dalam konteks tersebut, sebagian orang bisa merasakan perut penuh hingga kembung setelah makan daging terlalu banyak.
Makan Daging Berlebihan Picu Rasa Begah
dr Aru mengatakan konsumsi daging dalam jumlah besar dapat menyebabkan konstipasi dan gangguan pencernaan ringan.
“Orang-orang dengan banyak makan daging biasanya terjadi konstipasi, kadang-kadang perutnya terasa penuh, begah,” tuturnya.
Pada praktiknya, keluhan tersebut muncul karena proses pencernaan protein daging berlangsung lebih lama di saluran cerna.
Namun pada kenyataannya, kondisi itu tidak selalu berarti seseorang mengalami GERD.
Yang kerap luput diperhatikan, rasa tidak nyaman pada lambung sering dipicu pola makan berlebihan saat Idul Adha.
Dengan kata lain, jumlah konsumsi menjadi faktor penting dalam munculnya keluhan pencernaan setelah makan daging.
Serat Membantu Pencernaan Lebih Baik
Selain mengatur porsi makan, dr Aru menyarankan masyarakat memperbanyak konsumsi serat saat mengonsumsi daging.
Serat disebut membantu kerja pencernaan sehingga tubuh lebih mudah mengolah protein.
“Dengan adanya serat akan membantu pencernaan lebih baik sehingga tubuh mencerna atau mengolah protein atau daging di usus pun lebih baik,” kata dia.
Di sisi lain, konsumsi sayur dan buah juga membantu mengurangi rasa begah dan kembung setelah makan.
Dalam perkembangan selanjutnya, pola makan seimbang dinilai penting agar saluran cerna tidak bekerja terlalu berat.
Pilih Olahan Daging yang Lebih Ringan
dr Aru juga mengingatkan masyarakat memilih olahan daging yang lebih ringan dan tidak terlalu berlemak.
Menurutnya, jenis masakan tertentu lebih mudah diterima tubuh dibanding makanan dengan santan pekat.
Olahan seperti sate dan sop bening disebut lebih baik dibanding gulai atau makanan berkuah santan kental.
Yang menarik, pilihan cara memasak turut memengaruhi kerja sistem pencernaan setelah makan daging.
Secara faktual, makanan tinggi lemak cenderung membuat proses pencernaan menjadi lebih berat.
Imbasnya, keluhan begah, kembung, maupun rasa tidak nyaman pada lambung lebih mudah muncul jika konsumsi daging dilakukan secara berlebihan.
