Vietnam Hapus Pajak Energi, APBN Tertekan Triliunan Dong

Merah Putih Global – Kebijakan pajak energi Vietnam yang dipangkas hingga nol persen membawa konsekuensi langsung terhadap anggaran negara, dengan potensi penurunan penerimaan mencapai triliunan dong setiap bulan.

Pemerintah Vietnam menghapus pajak lingkungan, pajak konsumsi, serta tidak lagi mengenakan pajak pertambahan nilai untuk bahan bakar utama. Kebijakan ini berlaku mulai 27 Maret hingga 15 April sebagai respons terhadap lonjakan harga energi global.

Langkah tersebut diposisikan sebagai dukungan bagi masyarakat dan pelaku usaha. Namun, di sisi fiskal, kebijakan ini menciptakan tekanan pada penerimaan negara yang sebelumnya bergantung pada sektor energi.

Penurunan Penerimaan Negara yang Signifikan

Kementerian Keuangan Vietnam memperkirakan kebijakan pajak energi Vietnam ini akan mengurangi pendapatan anggaran sekitar 7,2 triliun dong per bulan. Nilai ini mencerminkan kontribusi besar sektor pajak energi dalam struktur penerimaan negara.

Sebelumnya, komponen pajak dan tarif impor menyumbang sekitar 38 persen dari harga eceran bensin RON95. Dengan penghapusan sebagian besar pajak, ruang fiskal otomatis menyempit dalam jangka pendek.

Yang perlu digarisbawahi, kebijakan ini bersifat langsung dan menyeluruh, sehingga dampaknya terhadap kas negara terjadi dalam waktu cepat tanpa jeda.

Ketergantungan Fiskal pada Energi

Dalam struktur anggaran, sektor energi memiliki peran penting sebagai sumber penerimaan. Pajak bahan bakar menjadi salah satu komponen yang stabil dalam kondisi normal.

Ketika pajak dihapus, pemerintah kehilangan salah satu sumber pemasukan rutin. Hal ini memunculkan tekanan tambahan di tengah kebutuhan pembiayaan yang tetap berjalan.

Pada sisi lain, kebijakan ini menunjukkan adanya prioritas untuk menjaga daya beli dan stabilitas ekonomi domestik meski berdampak pada fiskal.

Kenaikan Harga BBM
Kenaikan Harga BBM wilayah Asia Tenggara – sumber data: “Global Petrol Prices”

Keseimbangan antara Stabilitas Harga dan Fiskal

Dalam konteks kebijakan, pemerintah menghadapi dilema antara menjaga harga energi tetap terjangkau dan mempertahankan kesehatan fiskal. Penghapusan pajak menjadi pilihan untuk meredam tekanan harga di tingkat konsumen.

Namun pada kenyataannya, langkah tersebut mengalihkan beban ke anggaran negara. Dampaknya terasa pada berkurangnya ruang fiskal yang dapat digunakan untuk program lain.

Selain itu, pemerintah juga telah menggunakan dana stabilisasi harga bahan bakar secara intensif. Dalam satu bulan terakhir, dana ini disalurkan hingga sembilan kali dengan total sekitar 5,3 triliun dong.

Saat ini, saldo dana tersisa sekitar 320 miliar dong dan penggunaannya telah dihentikan pada periode terbaru. Kondisi ini menambah tekanan pada kebijakan fiskal yang sudah terdampak.

Implikasi Fiskal di Tengah Tekanan Ekonomi

Di waktu yang sama, tekanan eksternal belum sepenuhnya mereda. Lonjakan harga energi global dan gangguan pasokan masih memengaruhi kondisi domestik Vietnam.

Ekonom OCBC, Lavanya Venkateswaran, menyebut risiko penurunan pertumbuhan ekonomi dan peningkatan inflasi masih terbuka. Hal ini memperkuat tekanan terhadap kebijakan fiskal yang sedang berjalan.

Dalam kerangka itu, penghapusan pajak energi menjadi langkah yang memiliki konsekuensi ganda. Di satu sisi menahan harga, di sisi lain mempersempit penerimaan negara.

Yang jadi sorotan, keberlanjutan kebijakan ini akan sangat bergantung pada perkembangan harga energi global dan kemampuan pemerintah menjaga keseimbangan fiskal di tengah tekanan yang berlangsung.