One Way dan Pending Jadi Kunci Urai Kepadatan Jalur Selatan

merahputihglobal.net – CB pengurasan Garut diperkuat dengan penerapan sistem one way dan pending untuk mengurai kepadatan arus balik di jalur selatan, khususnya rute Tasikmalaya menuju Bandung.

Kombinasi rekayasa lalu lintas ini digunakan saat volume kendaraan meningkat signifikan. Polisi mengatur pergerakan kendaraan melalui beberapa titik kendali untuk menjaga kelancaran arus.

Pendekatan ini menitikberatkan pada kontrol langsung di lapangan, bukan hanya pemantauan.

Peran Sistem One Way di Jalur Bandrek

Sistem satu arah atau one way diterapkan di jalur Bandrek pada pukul 09.05 hingga 09.20 WIB. Rekayasa ini berlaku untuk kendaraan dari arah Tasikmalaya menuju Bandung.

Dengan penerapan ini, arus kendaraan difokuskan dalam satu arah untuk mengurangi konflik lalu lintas dari arah berlawanan.

Di sisi lain, titik pengendalian berada di kawasan Dorodoso. Petugas mengatur langsung pelepasan kendaraan agar tetap terkendali.

Dalam praktiknya, sistem ini membantu mempercepat laju kendaraan di jalur yang sebelumnya rawan tersendat.

Fungsi Pending dalam Pengaturan Arus

Selain one way, teknik pending juga menjadi bagian penting dari CB pengurasan Garut. Pending dilakukan di titik-titik tertentu untuk menahan kendaraan sementara.

READ  KLHK Tindak Delapan Perusahaan Diduga Perparah Banjir Sumut

Tujuannya adalah mengatur ritme kendaraan sebelum memasuki jalur padat. Dengan demikian, kendaraan tidak masuk secara bersamaan ke satu titik.

Di lapangan, Pasar Domba menjadi salah satu lokasi utama penerapan pending. Titik ini berfungsi sebagai buffer untuk mengendalikan volume kendaraan.

Kombinasi Strategi di Lapangan

One way dan pending tidak berjalan sendiri. Keduanya menjadi bagian dari satu sistem pengendalian arus yang terintegrasi.

Petugas mengombinasikan keduanya untuk menyesuaikan kondisi real-time di lapangan. Jika volume meningkat, pending diperkuat. Jika arus mulai padat, one way diaktifkan.

Pendekatan ini memungkinkan respons yang lebih fleksibel terhadap dinamika arus balik.

Seiring penerapan strategi tersebut, arus lalu lintas di jalur Tasikmalaya–Bandung terpantau berangsur lancar dan kondusif.

CB pengurasan Garut dengan dukungan one way dan pending menjadi kunci dalam menjaga kelancaran arus balik di jalur selatan.