
Merah Putih Global – Nanik S Deyang resmi menjabat sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) setelah Presiden Prabowo Subianto menunjuknya menggantikan Dadan Hindayana. Penunjukan tersebut diumumkan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi dalam pernyataan pers di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa malam.
Nama Nanik S Deyang bukan sosok baru di lingkungan Badan Gizi Nasional. Sebelum dipercaya memimpin lembaga tersebut, ia menjabat sebagai Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi.
Dengan latar belakang jurnalistik, politik, dan pemerintahan, Nanik kini mendapat tanggung jawab memimpin lembaga yang mengelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Berawal dari Dunia Jurnalistik
Nanik Sudaryati Deyang lahir di Madiun, Jawa Timur, pada 3 Januari 1968. Ia dikenal luas dengan nama populer Nanik S Deyang.
Karier profesionalnya dimulai sebagai wartawati di Tabloid Bangkit yang berada di bawah kelompok media Kompas Gramedia.
Pengalaman tersebut membentuk kemampuannya dalam bidang komunikasi publik dan manajemen informasi. Selanjutnya, Nanik berkarier sebagai pemimpin media di Kelompok Media Peluang.
Dalam dunia jurnalistik, ia dikenal memiliki pengalaman panjang yang membawanya ke berbagai posisi strategis sebelum akhirnya terjun ke dunia politik dan pemerintahan.
Masuk Lingkaran Pendukung Prabowo
Nama Nanik mulai dikenal secara nasional saat bergabung dalam tim pendukung Prabowo Subianto.
Pada Pemilihan Presiden 2019, ia menjabat sebagai Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.
Posisi tersebut membuat perannya semakin terlihat dalam berbagai kegiatan politik nasional. Sejak saat itu, Nanik menjadi salah satu figur yang dekat dengan lingkaran pendukung Prabowo.
Yang menarik, pengalaman di bidang komunikasi menjadi salah satu modal penting yang terus melekat dalam perjalanan kariernya.
Karier Berlanjut di Pemerintahan
Setelah pemerintahan Prabowo terbentuk, Nanik mendapat tugas sebagai Wakil I Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan atau BP Taskin periode 2024-2029.
Ia menjalankan tugas tersebut berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 145/P Tahun 2024 bersama Budiman Sudjatmiko.
Kemudian pada reshuffle Kabinet Merah Putih September 2025, Prabowo melantiknya sebagai Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi.
Dalam jabatan itu, Nanik mengemban tugas mengawasi komunikasi publik sekaligus melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis.
Dikenal Aktif Sidak Dapur MBG
Selama menjabat Wakil Kepala BGN, Nanik dikenal aktif melakukan inspeksi mendadak ke berbagai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Tujuan sidak tersebut untuk memastikan seluruh standar operasional prosedur program MBG berjalan sesuai ketentuan.
Berdasarkan unggahan resmi akun Instagram @sidakbgn, Nanik beberapa kali mengunjungi SPPG di wilayah Sukabumi, Jawa Barat.
Dalam sejumlah inspeksi, ia menemukan berbagai pelanggaran mulai dari standar kebersihan dapur, tata letak fasilitas yang tidak sesuai pedoman teknis, hingga masalah sanitasi yang berpotensi memengaruhi keamanan pangan.
Tak hanya itu, Nanik juga mengambil langkah tegas dengan menangguhkan sementara SPPG yang tidak memenuhi standar yang ditetapkan.
Ribuan SPPG Pernah Ditangguhkan
Pada Minggu (31/5), Nanik mengungkapkan masih ada 2.213 SPPG yang berstatus ditangguhkan untuk perbaikan kualitas pelaksanaan program MBG.
Menurutnya, keputusan penangguhan mempertimbangkan laporan masyarakat, masukan pejabat daerah, hasil sidak, serta pemantauan berbagai kejadian yang dialami penerima manfaat.
“Terhitung sejak program MBG dimulai pada tanggal 6 Januari 2025 sampai tanggal 29 Mei 2026, dari total 27.208 SPPG yang saat ini sudah beroperasi di seluruh Indonesia, sebanyak 8.182 SPPG sudah pernah ditangguhkan,” kata Nanik.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 5.659 SPPG telah kembali beroperasi setelah memenuhi ketentuan. Sementara itu, 2.213 SPPG masih menjalani masa penangguhan karena belum memenuhi standar yang berlaku.
Kata Kunci Fokus: Nanik S Deyang
