Revitalisasi Sekolah Ubah Fasilitas Belajar di Sorong dan Papua

Merah Putih Global – Program revitalisasi sekolah mulai menunjukkan dampak nyata bagi satuan pendidikan di Papua Barat Daya. Sejumlah sekolah di Kota Sorong dan Kabupaten Sorong kini menikmati fasilitas yang lebih baik setelah menerima bantuan revitalisasi dari pemerintah.

Perubahan tersebut dirasakan mulai dari pembangunan perpustakaan, perbaikan laboratorium, penambahan ruang kelas, hingga penyediaan fasilitas sanitasi yang lebih layak.

Pemerintah melalui Kemendikdasmen menegaskan bahwa revitalisasi sekolah merupakan bagian dari upaya menghadirkan lingkungan belajar yang mendukung peningkatan kualitas pendidikan.

SMK Negeri 1 Kota Sorong Rasakan Perubahan Signifikan

Sebelum revitalisasi sekolah dilakukan, SMK Negeri 1 Kota Sorong menghadapi keterbatasan fasilitas penting. Jumlah murid yang mencapai sekitar 1.600 orang membuat kebutuhan terhadap sarana belajar menjadi semakin besar.

Salah satu tantangan yang dihadapi sekolah adalah keterbatasan toilet dan perpustakaan. Kondisi tersebut memengaruhi kenyamanan aktivitas belajar di lingkungan sekolah.

Setelah revitalisasi dilakukan, sekolah memperoleh tambahan fasilitas sanitasi dan pembangunan perpustakaan baru.

Kepala SMK Negeri 1 Kota Sorong, A. H. P. Ompusunggu, menyebut bantuan tersebut memberikan manfaat besar bagi sekolah.

Kami sangat berterima kasih dengan adanya bantuan revitalisasi ini. Perpustakaan yang kami dapatkan sangat baik dan nanti akan kami kembangkan dengan perpustakaan digital,” ujarnya.

Revitalisasi Sekolah Tambah Kapasitas Belajar di SMA Negeri 5 Sorong

Dampak revitalisasi sekolah juga dirasakan SMA Negeri 5 Kabupaten Sorong. Sebelum menerima bantuan sebesar Rp1,2 miliar, sejumlah fasilitas sekolah berada dalam kondisi kurang layak.

Atap bangunan mengalami kebocoran. Lantai beberapa ruangan rusak. Laboratorium juga membutuhkan perbaikan untuk mendukung kegiatan belajar.

Melalui bantuan revitalisasi, sekolah mendapatkan rehabilitasi ruang kepala sekolah, tata usaha, ruang guru, laboratorium komputer, laboratorium kimia, serta laboratorium biologi.

Tak hanya itu, sekolah juga memperoleh pembangunan satu ruang kelas baru.

Tambahan Rombongan Belajar Baru

Kehadiran ruang kelas baru memberikan dampak langsung terhadap kapasitas penerimaan peserta didik.

Kepala SMA Negeri 5 Kabupaten Sorong, Ficce Loppies, mengatakan sekolah selama ini menerima empat rombongan belajar setiap tahun ajaran baru.

Dengan adanya ruang kelas tambahan, sekolah berencana membuka satu rombongan belajar baru pada tahun ajaran 2026/2027.

Kami biasanya menerima murid sebanyak empat rombel. Di tahun ajaran 2026/2027, dengan adanya ruang kelas baru, maka kami bisa menambahkan satu rombel lagi,” ujar Ficce.

SD Negeri 21 Sorong Siap Meningkatkan Mutu Pembelajaran

Sementara itu, SD Negeri 21 Kabupaten Sorong menjadi salah satu penerima bantuan revitalisasi sekolah tahun 2026. Sekolah tersebut akan memperoleh bantuan senilai Rp1,2 miliar.

Anggaran itu digunakan untuk rehabilitasi tiga ruang kelas, pembangunan ruang administrasi, dan pembangunan ruang Unit Kesehatan Sekolah (UKS).

Sebelumnya, beberapa ruang kelas mengalami kerusakan berupa lantai pecah dan plafon yang kurang layak. Kondisi tersebut memengaruhi kenyamanan proses belajar mengajar.

Kepala sekolah Alfina Lewerissa menilai bantuan revitalisasi menjadi dorongan baru bagi guru dan murid.

Saya berterima kasih atas kesempatan ini karena sekolah kami mendapat bantuan revitalisasi dari Kemendikdasmen. Kiranya ruangan-ruangan yang akan dibangun ini menjadi motivasi bagi murid maupun guru,” tuturnya.

Perbaikan fasilitas pendidikan di berbagai sekolah tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kualitas pembelajaran dan memperluas akses pendidikan yang layak di Papua Barat Daya.