
merahputihglobal.net – Dari Ploso, Jombang, Jawa Timur, Syekh Mochammad Mukhtarullohil Mujtabaa Mu’thi memimpin penguatan kemandirian sosial pesantren melalui jaringan Thoriqoh Shiddiqiyyah yang membangun ratusan Rumah Syukur Layak Huni di sedikitnya 19 provinsi berbasis swadaya jamaah.
Gerakan ini berpusat di Pesantren Majma’al Bachroin Wathon Minal Iman Shiddiqiyyah yang menjadi pusat komando program. Dari kompleks pesantren tersebut, arah kebijakan sosial dirumuskan dan didistribusikan secara terstruktur ke daerah.
Dalam berbagai ceramah kepada jamaah, Syekh Muchtarulloh menegaskan bahwa iman harus berdiri tegak bersama kemanusiaan. Ia menyampaikan bahwa kesalehan ritual wajib diterjemahkan menjadi aksi konkret membantu masyarakat prasejahtera.
Swadaya sebagai Prinsip
Program Rumah Syukur Layak Huni menjadi wujud paling nyata. Rumah-rumah itu dibangun tanpa pengajuan proposal kepada pemerintah ataupun lembaga asing. Seluruh pembiayaan bersumber dari partisipasi jamaah.
“Kemandirian adalah fondasi integritas,” tegas Syekh Muchtarulloh dalam pengarahan internal. Ia menekankan bahwa ketergantungan dapat melemahkan marwah gerakan. Karena itu, swadaya dijadikan prinsip yang tidak ditawar.
Struktur organisasi turut menopang kerja tersebut. Kaum ibu bergerak melalui DHIBRA yang dipimpin Nyai Shofwatul Ummah, sementara generasi muda berhimpun dalam OPSHID. Keduanya menjalankan mandat sosial sesuai arahan pusat.
Kepemimpinan dan Arah Gerakan
Kepemimpinan yang ditekankan adalah melayani, bukan dilayani. Prinsip ini membentuk loyalitas jamaah yang kembali terlihat menjelang Ramadan 1447 Hijriah melalui kesiapan menjalankan program kemanusiaan.
Ratusan rumah yang telah berdiri di berbagai provinsi menjadi simbol partisipasi kolektif. Setiap unit hunian merepresentasikan kontribusi komunitas yang bergerak dalam satu visi.
Model ini menunjukkan pesantren mampu menjadi pusat distribusi kesejahteraan berbasis komunitas tanpa kehilangan independensi. Dari Ploso, kemandirian sosial ditegakkan sebagai arah gerakan nasional berbasis spiritualitas. (*)
