
Merah Putih Global – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda Kabupaten Aceh Barat selama dua hari terakhir. Peristiwa ini menghanguskan sekitar 13 hektare lahan yang tersebar di Kecamatan Bubon dan Kecamatan Johan Pahlawan.
Kebakaran tidak hanya merusak vegetasi, tetapi juga memicu kabut asap di sejumlah desa terdampak. Akibatnya, aktivitas masyarakat mulai terganggu. Selain itu, asap yang menyelimuti kawasan sekitar turut menimbulkan kekhawatiran terhadap kondisi kesehatan warga.
BPBD Aceh Barat hingga kini masih mengintensifkan upaya pemadaman. Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah meluasnya kebakaran ke area lain yang berdekatan dengan lokasi terdampak.
Karhutla Terjadi di Dua Kecamatan Aceh Barat
Berdasarkan laporan Pusdalops PB BPBD Aceh Barat, kebakaran pertama terdeteksi pada Sabtu, 30 Mei 2026. Titik kebakaran berada di Gampong Berawang dan Gampong Kuta Padang Layung, Kecamatan Bubon.
Sehari kemudian, petugas kembali menerima laporan kebakaran dari masyarakat. Kali ini, api muncul di Gampong Lapang, Kecamatan Johan Pahlawan.
Setelah menerima laporan tersebut, BPBD Aceh Barat langsung melakukan verifikasi lapangan. Selanjutnya, petugas bergerak menuju lokasi untuk melakukan penanganan darurat dan mencegah api meluas ke wilayah lain.
Menurut data sementara, sekitar 12 hektare lahan terbakar berada di Kecamatan Bubon. Sementara itu, satu hektare lahan lainnya berada di Kecamatan Johan Pahlawan.
Dalam proses penanganan, BPBD Aceh Barat mengerahkan 16 personel dari Mako BPBD. Selain itu, lima personel Pos Damkar Woyla turut membantu operasi pemadaman di lapangan.
Petugas fokus memadamkan api sekaligus memutus jalur rambatan yang berpotensi memperluas area kebakaran. Untuk mendukung operasi tersebut, BPBD menggunakan dua mesin pompa portable.
Tak hanya itu, personel TNI dan Polres Aceh Barat juga ikut terlibat dalam upaya pengendalian karhutla. Mereka mengoperasikan peralatan pemadam di sejumlah titik berbeda guna mempercepat proses penanganan.
Dalam praktiknya, koordinasi antarinstansi menjadi faktor penting karena titik api muncul di beberapa lokasi yang berbeda. Karena itu, petugas membagi area kerja agar proses pemadaman berjalan lebih efektif.
Meski petugas berhasil mengendalikan sebagian area terbakar, sejumlah titik api masih terpantau aktif hingga Senin malam, 1 Juni 2026. Kondisi tersebut membuat petugas terus melakukan pemantauan di lapangan.
Data sementara menunjukkan sekitar 4,2 hektare lahan di Kecamatan Bubon telah berhasil dikendalikan. Luas area terkendali tersebut mencapai sekitar 35 persen dari total lahan yang terdampak.
Sementara itu, kebakaran di Kecamatan Johan Pahlawan berhasil dipadamkan sepenuhnya. Namun, petugas masih menemukan beberapa titik api yang berpotensi memicu kebakaran susulan.
Yang menjadi sorotan, kondisi cuaca turut mempersulit proses pemadaman. Angin kencang mempercepat penyebaran api ke area sekitar. Di sisi lain, asap tebal mengurangi jarak pandang petugas saat bekerja di lapangan.
Akibatnya, proses pemadaman membutuhkan pengawasan lebih intensif agar api tidak kembali membesar.
Polres Aceh Tengah Tingkatkan Pencegahan Karhutla
Memasuki musim kemarau, upaya pencegahan karhutla juga terus diperkuat di wilayah Aceh. Salah satunya dilakukan Polres Aceh Tengah melalui patroli terpadu dan sosialisasi kepada masyarakat.
Kapolres Aceh Tengah AKBP Muhamad Taufiq mengatakan kegiatan tersebut berlangsung di seluruh wilayah hukum Polres Aceh Tengah pada Minggu, 31 Mei 2026.
Menurutnya, patroli dilakukan secara berkelanjutan oleh jajaran Polres, Polsek, hingga Subsektor. Langkah itu bertujuan meningkatkan kewaspadaan masyarakat sekaligus menekan risiko munculnya titik api baru selama musim kemarau berlangsung.
