
merahputihglobal.net – Gunung Ibu erupsi kembali pada Senin (16/2/2026) pukul 02.10 WIT dengan kolom abu setinggi 500 meter di atas puncak. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menegaskan larangan aktivitas dalam radius 2 kilometer dan memperketat perluasan sektoral hingga 3,5 kilometer ke arah utara kawah aktif. Radius Gunung Ibu kini menjadi garis tegas mitigasi risiko di Maluku Utara.
Data MAGMA Indonesia mencatat kolom abu mencapai 1.825 meter di atas permukaan laut. Warna abu kelabu dengan intensitas tebal condong ke barat daya. Rekaman seismograf menunjukkan amplitudo maksimum 20 milimeter dengan durasi 51 detik.
Pada hari yang sama, dalam rentang 00.00-23.59 WIT, tercatat 106 kali gempa letusan. Amplitudo berada pada 15-28 milimeter dengan lama gempa 35-64 detik.
Penegasan Otoritas atas Zona Berbahaya
PVMBG mempertahankan status Gunung Ibu pada Level II (Waspada). Status ini didasarkan pada peningkatan aktivitas vulkanik yang konsisten.
Dalam praktiknya, radius 2 kilometer dari kawah aktif menjadi batas utama. Tak hanya itu, perluasan sektoral 3,5 kilometer diarahkan khusus ke bukaan kawah bagian utara.
Penegasan radius ini bukan respons sesaat. Dalam sepekan terakhir, Gunung Ibu telah erupsi 38 kali. Sejak Januari 2026, jumlah letusan mencapai 158 kali.
Secara faktual, intensitas tersebut menuntut pengaturan ruang yang disiplin. Zona bahaya ditetapkan berdasarkan data kegempaan dan karakter sebaran material.
Instruksi Resmi dan Perlindungan Masyarakat
Kepala Badan Geologi Lana Saria menyampaikan, “Jika terjadi hujan abu, masyarakat yang beraktivitas di luar rumah disarankan untuk menggunakan pelindung hidung, mulut (masker) dan mata (kacamata),” ujarnya dalam keterangan resmi.
Instruksi ini berlaku bagi warga sekitar dan pengunjung. PVMBG meminta tidak ada aktivitas dalam area yang telah ditetapkan.
Di lapangan, radius Gunung Ibu menjadi acuan aparat daerah dan warga. Koordinasi dilakukan berdasarkan rekomendasi teknis yang dirilis melalui MAGMA Indonesia.
Secara nasional, hingga pertengahan Februari 2026, tercatat 607 letusan gunung api di seluruh Indonesia. Dari jumlah itu, Gunung Ibu menyumbang 253 kali erupsi.
Data tersebut memperlihatkan Gunung Ibu sebagai salah satu pusat aktivitas vulkanik utama tahun ini. Penegasan radius 3,5 kilometer menjadi bagian dari langkah mitigasi yang terukur dan berbasis pengamatan resmi.
