
Merah Putih Global – Pasar Glodok di Jakarta Barat yang dulu dikenal sebagai salah satu pusat elektronik terbesar kini menghadapi perubahan besar. Aktivitas perdagangan terlihat menurun, sementara banyak kios kosong menghiasi sejumlah lantai gedung.
Sejumlah pedagang yang masih bertahan mengaku tidak lagi mengandalkan pembeli yang datang langsung. Sebaliknya, pelanggan lama dan transaksi online menjadi penopang utama usaha mereka.
Kondisi tersebut terlihat dari hasil pantauan di kawasan Glodok City Jaya pada Selasa (2/6/2026).
Pusat Elektronik yang Tak Lagi Seramai Dulu
Dari area pintu masuk, suasana Pasar Glodok terlihat cukup lengang. Pengunjung yang datang hanya terlihat sesekali melintas di lorong-lorong pertokoan.
Di lantai dasar, sejumlah toko elektronik masih membuka usahanya seperti penjual CCTV, audio, sound system, hingga perlengkapan komputer.
Meski begitu, jumlah pembeli yang datang tidak sebanyak beberapa tahun lalu ketika kawasan ini menjadi salah satu tujuan utama berburu perangkat elektronik.
Faktanya, aktivitas perdagangan saat ini lebih banyak ditopang oleh pelanggan lama dibandingkan pengunjung baru.
Kios Dijual dan Disewakan Semakin Banyak
Memasuki lantai satu, tanda-tanda perlambatan usaha terlihat semakin jelas.
Banyak kios sudah tidak lagi beroperasi dan dipasangi papan bertuliskan dijual atau disewakan.
Kondisi serupa berlanjut hingga lantai dua dan lantai-lantai di atasnya.
Yang jadi sorotan, semakin tinggi area pertokoan yang dikunjungi, semakin sedikit pula toko yang masih aktif berjualan.
Beberapa koridor bahkan tampak kosong tanpa aktivitas pengunjung maupun pedagang.
Penjualan Online Jadi Penyelamat
Rahman, pedagang laptop dan aksesoris komputer, mengatakan usahanya masih berjalan karena memiliki pelanggan tetap dan transaksi online.
Menurutnya, mengandalkan kunjungan pembeli secara langsung sudah tidak memungkinkan seperti dahulu.
“Masih bertahan berkat langganan dan penjualan online, kalau mengandalkan pengunjung yang datang, sudah enggak bisa,” kata Rahman.
Ia menjelaskan banyak pedagang laptop telah meninggalkan Glodok dan memilih lokasi lain yang lebih ramai.
“Dulu memang di sini masih banyak yang jual laptop, cuma karena makin ditinggalkan pembeli, ya banyak yang pindah,” ujarnya.
Servis Komputer Masih Dicari Pelanggan
Selain penjualan barang, jasa servis menjadi sumber pendapatan penting bagi sebagian pedagang.
Ayong yang menjual aksesoris komputer mengatakan pelanggan setia masih datang untuk memperbaiki perangkat mereka.
“Ya ada langganan sih di sini, bisa servis di sini juga,” kata Ayong.
Menurutnya, sejumlah penjual online juga masih mencari stok barang langsung ke kawasan Glodok.
Kendati demikian, jumlah pengunjung harian tetap jauh berkurang dibanding masa lalu.
Pedagang Sound System dan Obat Bertahan
Pedagang lain juga menghadapi tantangan yang sama. Yofi yang menjual sound system kini lebih banyak melayani kebutuhan pelanggan tetap.
“Sekarang ya mengandalkan langganan, dari EO acara, kafe, restoran,” ujarnya.
Sementara itu, Yen yang menjual obat-obatan mengandalkan pelanggan dari masyarakat sekitar serta klinik yang berada di kawasan Glodok.
“Ya pelanggan di sini sudah langganan, biasanya masyarakat sekitar dan klinik-klinik sekitar sini,” katanya.
Pasar Basah Masih Menjadi Magnet
Meski area elektronik terlihat sepi, kondisi berbeda masih terlihat di lantai basement.
Pasar basah yang menjual kebutuhan pokok tetap ramai dikunjungi masyarakat terutama pada pagi hari.
Namun secara umum, wajah Pasar Glodok saat ini mencerminkan perubahan pola belanja masyarakat yang semakin bergeser ke platform digital dan pusat perdagangan lain di Jakarta.
