
merahputihglobal.net – Nama Timothy Ronald, investor muda sekaligus influencer keuangan dengan jutaan pengikut di Instagram dan YouTube, kini tengah menjadi sorotan setelah dilaporkan ke Polda Metro Jaya terkait dugaan penipuan trading kripto. Laporan ini diajukan oleh pelapor berinisial Y, yang mengaku merugi hingga Rp 3 miliar.
Laporan Polisi dan Kronologi Singkat
Menurut Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto, laporan diterima pada Jumat (9/1/2026) dan telah teregister dengan nomor LP 227/I/2026.
“Benar, ada laporan terkait kripto oleh pelapor ” ujar Budi, Senin (12/1/2026). Ia menambahkan, polisi akan mengundang pelapor dan saksi untuk klarifikasi pada Selasa (13/1/2026).
Kasus ini bermula dari aktivitas korban di grup Discord Akademi Crypto, yang didirikan Timothy bersama rekannya, Kalimasada, pada 2022. Pada Januari 2024, pelapor disarankan membeli koin Manta dengan janji potensi keuntungan 300–500 persen. Namun, harga koin justru turun hingga minus 90 persen, menimbulkan kerugian besar.

Ancaman hingga Tekanan Korban
Yang menarik, korban sempat mendapat ancaman agar tidak melaporkan dugaan penipuan tersebut. Namun, mereka memberanikan diri membuat laporan setelah membentuk grup solidaritas. Imbasnya, kasus ini kini menjadi perhatian publik, terutama kalangan muda usia 18–27 tahun, yang menjadi mayoritas korban.
Penyidikan Polisi dan Bukti yang Dikumpulkan
Di sisi lain, Polda Metro Jaya tengah mendalami barang bukti dan keterangan pelapor. Kombes Pol. Budi menegaskan, proses penyelidikan masih berjalan dan penyidik akan menentukan langkah hukum selanjutnya berdasarkan fakta di lapangan.
“Ini juga baru laporan masuk, akan segera ditangani,” kata Budi. Hingga kini, Timothy Ronald belum memberikan pernyataan resmi terkait laporan tersebut.
Sorotan Publik dan Media Sosial
Di luar itu, informasi kasus ini telah ramai diperbincangkan di media sosial, termasuk di akun @cryptoholic.idn dan @skyholic888. Narasi yang beredar menekankan manipulasi serta tekanan terhadap korban, sehingga mereka awalnya enggan melapor.
Singkatnya, kasus ini menyoroti risiko investasi kripto dan menjadi bahan peringatan bagi publik tentang tawaran keuntungan tinggi yang belum tentu nyata.
