Guru BK SMKN 2 Garut Akui Salah usai Potong Rambut Siswi
Merah Putih Global - Guru Bimbingan Konseling atau BK SMKN 2 Garut mengakui kesalahan setelah aksi pemotongan rambut terhadap 18 siswi memicu polemik dan viral di media sosial. Pengakuan itu disampaikan saat Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memanggil pihak sekolah dan para siswa untuk dimintai penjelasan.
Kasus ini menjadi perhatian publik karena tindakan razia dilakukan secara langsung menggunakan gunting, termasuk kepada siswi berhijab yang rambutnya tetap diperiksa dan dipotong.
Guru BK tersebut mengaku tindakannya dilatarbelakangi keresahan terhadap penampilan siswa yang dinilai terlalu berlebihan.
“Keresahan kami tentang penampilan siswi. Anak-anak laki-laki merasa resah karena rambut siswi-siswinya berwarna,” ungkap guru BK dalam dialog bersama Dedi Mulyadi.
Razia Rambut di...


