
Merah Putih Global – Aktivitas Gunung Dukono di Halmahera Utara, Maluku Utara, kembali meningkat setelah terjadi erupsi besar pada Jumat (8/5/2026) pagi. Letusan setinggi 10 kilometer itu memicu operasi evakuasi puluhan pendaki dan menimbulkan korban jiwa.
Dua pendaki warga negara asing asal Singapura dilaporkan meninggal dunia akibat erupsi tersebut. Selain itu, lima pendaki lainnya mengalami luka-luka dan sekitar 20 orang masih berada di kawasan gunung saat proses evakuasi berlangsung.
Kapolres Halmahera Utara AKBP Erlicson mengatakan tim gabungan masih melakukan penyisiran di area terdampak.
“Masih dilakukan evakuasi oleh tim gabungan terhadap diduga 20 pendaki,” ujarnya.
Gunung Dukono Kembali Aktif Sejak Maret 2026
Berdasarkan laporan aktivitas vulkanik, Gunung Dukono mengalami peningkatan erupsi magmatik eksplosif sejak akhir Maret 2026.
PVMBG mencatat sejak 30 Maret 2026 telah terjadi 199 kali erupsi dengan tinggi kolom abu berkisar 50 hingga 400 meter dari puncak gunung.
Yang patut dicatat, aktivitas visual dan kegempaan Gunung Dukono meningkat cukup signifikan sejak 29 Maret 2026. Rata-rata tercatat terjadi 95 kejadian erupsi.
Erupsi terbaru pada Jumat pagi terekam dengan amplitudo maksimum 34 milimeter dan durasi hampir 968 detik.
“Terjadi erupsi G. Dukono pada hari Jumat, 08 Mei 2026, pukul 07:41 WIT,” tulis PVMBG.
Sebaran Abu Vulkanik Mengarah ke Wilayah Tobelo
Kolom erupsi Gunung Dukono terpantau berwarna putih, kelabu hingga hitam dengan intensitas tebal. Sebaran abu vulkanik condong ke arah utara.
Dalam konteks tersebut, wilayah permukiman dan Kota Tobelo berisiko terdampak hujan abu vulkanik.
Kondisi ini dinilai dapat mengganggu kesehatan masyarakat, aktivitas transportasi, serta kebersihan lingkungan di sekitar kawasan terdampak.
Masyarakat diminta menyiapkan masker atau penutup hidung dan mulut untuk mengurangi risiko gangguan pernapasan akibat paparan abu vulkanik.
Di sisi lain, PVMBG mengingatkan warga dan wisatawan agar tidak mendekati Kawah Malupang Warirang dalam radius empat kilometer.
Posko Darurat Dibuka di Halmahera Utara
Plt BPBD Halmahera Utara Hentje Hetharia mengatakan pihaknya langsung membentuk pos tanggap darurat lintas sektor setelah menerima laporan adanya pendaki terluka.
“Tim Gabungan diberangkatkan pada pukul 09.10 WIT menggunakan kendaraan rescue menuju Desa Mamuya,” kata Hentje.
Tim gabungan kemudian melanjutkan perjalanan dengan pendakian menuju titik lokasi korban di kawasan Gunung Dukono.
Pada praktiknya, proses evakuasi dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi cuaca dan aktivitas erupsi yang masih berlangsung hingga laporan terakhir dibuat.
