
Merah Putih Global – Khamzat Chimaev dan Sean Strickland dipastikan menjadi pusat perhatian dalam UFC 328 setelah rivalitas keduanya berkembang menjadi salah satu perseteruan paling panas di UFC dalam beberapa tahun terakhir. Duel perebutan sabuk kelas menengah di Prudential Center, Newark, Sabtu 9 Mei 2026 itu bahkan disebut Presiden UFC Dana White sebagai rivalitas terbesar setelah era Conor McGregor melawan Khabib Nurmagomedov.
Khamzat Chimaev datang sebagai juara bertahan dengan rekor belum terkalahkan sepanjang karier profesional MMA. Sementara itu, Sean Strickland kembali mendapat peluang merebut gelar yang pernah dimilikinya pada 2023.
Namun yang jadi sorotan bukan hanya kualitas pertarungan di dalam Octagon. Ketegangan personal di antara keduanya justru membuat UFC 328 mendapat perhatian lebih besar dibanding kartu pertarungan lain tahun ini.
“Khamzat melawan Strickland punya kebencian yang nyata. Saya menempatkannya nomor dua setelah Conor dan Khabib,” kata Dana White dalam wawancara di WFAN The Carter Show.
Pernyataan tersebut memperlihatkan bagaimana UFC melihat duel ini bukan sekadar laga perebutan gelar biasa.
Rivalitas Khamzat Chimaev dan Sean Strickland Terus Memanas
Perseteruan antara Khamzat Chimaev dan Sean Strickland sebenarnya sudah berlangsung cukup lama. Sean Strickland beberapa kali melontarkan kritik keras terhadap Chimaev sejak perebutan gelar kelas menengah mulai dibicarakan UFC.
Strickland pernah menyebut Chimaev belum layak mendapatkan kesempatan perebutan sabuk karena dinilai lebih diuntungkan popularitas dibanding pencapaian di divisi middleweight.
Di sisi lain, Chimaev juga tidak tinggal diam. Petarung berjuluk “Borz” itu beberapa kali membalas komentar Strickland melalui media sosial dan wawancara publik.
Dalam perkembangan selanjutnya, rivalitas keduanya berubah menjadi konflik personal yang semakin sulit dikendalikan. Hal itu terlihat jelas selama rangkaian promosi UFC 328 di Newark.
Yang menarik, suasana panas sudah terasa bahkan sebelum keduanya berdiri di atas panggung konferensi pers resmi UFC.
Kericuhan Face Off Jadi Sorotan Jelang UFC 328

Ketegangan memuncak saat Khamzat Chimaev dan Sean Strickland menjalani sesi face off resmi UFC 328. Dalam momen tersebut, keduanya terlibat adu mulut keras di depan penonton.
Dana White sempat meminta kedua petarung menjaga situasi tetap aman. Namun kenyataannya berbeda. Belum lama berdiri saling berhadapan, Chimaev melepaskan tendangan ke arah kaki Strickland.
Petugas keamanan UFC langsung bergerak cepat memisahkan keduanya sebelum keributan semakin besar. Penonton di arena pun bereaksi keras melihat insiden tersebut.
Tak berhenti di situ, Sean Strickland kemudian melontarkan sindiran tajam lewat media sosial.
“Persis seperti yang saya harapkan dari seorang pengecut,” tulis Strickland di akun X miliknya.
Sementara itu, Chimaev justru terlihat santai setelah kejadian tersebut. Ia mengunggah video singkat sambil tertawa di Instagram Story beberapa saat setelah acara selesai.
Dalam praktiknya, kericuhan itu justru semakin meningkatkan perhatian publik terhadap UFC 328.
Khamzat Chimaev Buru Pertahanan Gelar Pertama
Di luar rivalitas panas tersebut, UFC 328 tetap menjadi pertarungan penting bagi kedua petarung. Khamzat Chimaev akan menjalani pertahanan gelar pertamanya sejak merebut sabuk dari Dricus du Plessis pada Agustus 2025.
Secara faktual, Chimaev belum pernah kalah sejak memulai karier profesional MMA. Dominasi itu membuatnya berkembang menjadi salah satu bintang terbesar UFC dalam beberapa tahun terakhir.
Sementara itu, Sean Strickland datang dengan misi mengembalikan statusnya sebagai juara kelas menengah UFC. Mantan pemegang sabuk itu sebelumnya gagal dalam dua pertarungan melawan Dricus du Plessis.
Jika dibandingkan, kondisi keduanya menjelang UFC 328 sangat berbeda. Chimaev datang sebagai juara dominan dengan rekor sempurna, sedangkan Strickland berusaha membuktikan dirinya masih layak berada di puncak divisi middleweight.
Yang kerap luput diperhatikan, duel ini juga menjadi ujian besar bagi Chimaev untuk membuktikan dirinya mampu menjadi juara yang konsisten di panggung terbesar UFC.
