
Merah Putih Global – PO Agra Mas memberikan dukungan langsung terhadap rumah unik berbentuk bus double decker di Wonogiri. Rumah milik Supardi di Dusun Tandan, Desa Kopen, Kecamatan Jatipurno ini mendapat perhatian dari manajemen sebagai bentuk kreativitas sekaligus loyalitas pelanggan terhadap perusahaan transportasi tersebut.
Bagaimana Respons PO Agra Mas terhadap Rumah Unik Ini?
Owner sekaligus Direktur Utama PO Agra Mas, David Ariawan, menyatakan pihaknya mengapresiasi ide pembangunan rumah tersebut. Menurutnya, konsep rumah berbentuk bus tidak bertentangan dengan fungsi perusahaan sebagai penyedia jasa transportasi.
“Agra Mas tentunya mengizinkan, karena ini adalah bentuk ekspresi dari loyalitas terhadap Agra Mas,” ujarnya.
Dalam konteks ini, manajemen melihat rumah tersebut sebagai bentuk kreativitas pelanggan yang patut didukung. Apalagi, konsepnya dinilai belum pernah ada sebelumnya, baik di Jawa Tengah maupun secara nasional.
Bantuan Material dan Dana dari PO Agra Mas
Tak hanya memberikan dukungan moral, PO Agra Mas juga menyalurkan bantuan konkret. Supardi menerima bantuan uang tunai sebesar Rp10 juta untuk mendukung proses pembangunan.
Detail Dukungan yang Diberikan
Selain dana, perusahaan juga berkomitmen menyediakan material khas bus agar tampilan rumah semakin menyerupai armada asli.
- Dashboard bus
- Kaca kendaraan
- Plafon interior
- Pintu dengan desain bus
“Secara material juga akan kami bantu, termasuk dalam bentuk nominal tertentu,” kata David.
Dalam praktiknya, bantuan ini akan disesuaikan dengan kebutuhan pembangunan melalui koordinasi lebih lanjut.
Konsep Rumah Bus Double Decker Milik Supardi
Yang jadi sorotan, rumah ini tidak sekadar berbentuk unik. Supardi merancang hunian tersebut dengan detail menyerupai bus asli.
Rumah dibangun di atas lahan sekitar 90 meter persegi. Bangunan utama memiliki dimensi lebar 4 meter, tinggi 5 meter, dan panjang sekitar 13 meter.
Selain itu, terdapat bangunan kedua yang dirancang seperti bus mini dengan ukuran lebih kecil.
Latar Belakang Ide Pembangunan
Supardi mengaku terinspirasi dari kebiasaannya menggunakan armada PO Agra Mas untuk perjalanan Wonogiri–Jakarta.
“Sejak awal saya memang pelanggan Agra Mas. Pulang-pergi ke Jakarta selalu pakai armada Agra Mas,” ujarnya.
Dari pengalaman tersebut, muncul keinginan untuk menghadirkan rumah yang berbeda dari konsep hunian pada umumnya.
Progres Pembangunan dan Keunikan Desain
Saat ini, pembangunan rumah bus tersebut telah mencapai sekitar 60 persen. Proses masih berlanjut untuk penyelesaian detail interior dan eksterior.
Menurut David Ariawan, keunikan rumah ini tidak hanya terletak pada bentuk, tetapi juga pada konsep yang dirancang sejak awal menyerupai bus double decker.
“Tidak hanya bentuknya, tapi dari ceritanya memang ingin dibuat seperti bus double decker,” katanya.
Dalam sudut pandang ini, rumah bus di Wonogiri menjadi contoh perpaduan antara kreativitas individu dan identitas transportasi yang diangkat ke dalam bentuk hunian.
