Imbauan Hemat Listrik Saat El Nino, Fokus pada Penggunaan AC

Merah Putih Global – Imbauan hemat listrik kembali disuarakan pakar dan PLN di tengah ancaman El Nino yang diprediksi lebih intens tahun ini. Penggunaan perangkat rumah tangga, terutama AC, menjadi sorotan utama dalam upaya menekan konsumsi energi harian.

Pakar kelistrikan dari Universitas Hasanuddin, Prof. Dr. Salama Manjang, menegaskan bahwa penghematan listrik bukan sekadar respons sesaat. Ia menilai kebiasaan tersebut perlu diterapkan secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari.

Pengaturan AC Jadi Titik Kunci

Menurut Prof. Salama, penggunaan AC menjadi salah satu sumber konsumsi listrik terbesar di rumah tangga. Oleh karena itu, pengaturan suhu yang tepat dapat berdampak langsung pada efisiensi energi.

AC sebaiknya diatur pada suhu 24 hingga 26 derajat Celsius,” ujarnya.

Selain pengaturan suhu, perawatan juga berpengaruh. Filter AC yang kotor dapat meningkatkan beban kerja mesin sehingga konsumsi listrik menjadi lebih besar.

Dengan kata lain, efisiensi tidak hanya bergantung pada penggunaan, tetapi juga pada kondisi perangkat.

Alternatif Penggunaan Air dan Pencahayaan

Di sisi lain, penggunaan pompa air juga menjadi perhatian. Prof. Salama menyarankan penggunaan sistem tandon agar pompa tidak menyala setiap kali keran digunakan.

READ  Jembatan Darurat Pakenjeng Dibangun, Akses Warga Mulai Pulih

Langkah ini dinilai mampu mengurangi frekuensi penggunaan listrik dalam aktivitas harian. Selain itu, pemanfaatan cahaya alami juga dianjurkan.

Pada siang hari, lampu sebaiknya dimatikan dan jendela dibuka agar ruangan tetap terang tanpa tambahan konsumsi listrik.

Pengaturan Beban pada Jam Puncak

PLN melalui Manajer Komunikasi dan TJSL UID Sulselbar, Ahmad Amirul Syarif, mengingatkan adanya periode beban puncak listrik antara pukul 17.00 hingga 22.00.

Pada waktu tersebut, penggunaan listrik meningkat secara signifikan karena aktivitas rumah tangga berlangsung bersamaan.

Prof. Dr. Ir. Salama Manjang, M.T.
Pakar kelistrikan dari Universitas Hasanuddin, Prof. Dr. Salama Manjang

Kami mengimbau masyarakat tidak menyalakan peralatan berdaya besar secara bersamaan,” katanya.

Peralatan seperti AC, mesin cuci, dan pompa air sebaiknya digunakan secara bergantian untuk menghindari lonjakan beban.

Penerapan di Lingkungan Kerja dan Publik

Imbauan hemat listrik juga berlaku di kantor dan sekolah. Peralatan seperti lampu, komputer, dan pendingin ruangan tidak seharusnya menyala ketika ruangan kosong.

Lampu dekoratif serta reklame juga menjadi bagian yang perlu diperhatikan, terutama dalam situasi potensi krisis energi.

READ  Anhar Tekankan Hukuman Mati bagi Perusak Hutan

Dalam praktiknya, pengurangan penggunaan pada sektor ini dapat memberikan dampak signifikan terhadap total konsumsi listrik.

Peluang Pemanfaatan Energi Surya

Selain penghematan, Prof. Salama juga mendorong pemanfaatan energi alternatif. Panel surya atau PLTS rumahan dinilai efektif, terutama saat musim kemarau.

Produksi listrik dari panel surya meningkat saat intensitas matahari tinggi. Jika dilengkapi baterai, energi yang dihasilkan dapat digunakan hingga malam hari.

Langkah ini menjadi opsi bagi masyarakat yang memiliki kemampuan untuk mengurangi ketergantungan pada listrik konvensional.

Dalam konteks tersebut, kombinasi antara penghematan dan pemanfaatan energi alternatif menjadi bagian dari upaya menjaga kestabilan pasokan listrik di tengah kondisi cuaca ekstrem.